Aku sering merasa kesal serta bosan menunggu matahari bangkit dari
tidur. Malam terasa panjang dan tak berarti sementara mimpi membawa
fikiran makin kusut. Maka wajar saja bila aku berteriak ditengah
malam, itu hanya sekedar untuk mengurangi beban yg memberat di kedua
pundakku.
Aku sering merasa muak serta sedih, bila setia waktu harus
kusaksikan wajah-wajah dusta masih tega tertawa, sementara korban
merintih di kedua kakinya.
Aku ingin segera bertemu dengan wajahmu
pagi, untuk kucanda dan kucumbu, disitu kudapati cintaku.
(Abdul
Ghafar Abdullah).


kontradiksi di dalam
|
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
11/30/2007
kontradiksi di dalam
Aku sering merasa kesal serta bosan menunggu matahari bangkit dari
tidur. Malam terasa panjang dan tak berarti sementara mimpi membawa
fikiran makin kusut. Maka wajar saja bila aku berteriak ditengah
malam, itu hanya sekedar untuk mengurangi beban yg memberat di kedua
pundakku. Aku sering merasa muak serta sedih, bila setia waktu harus
kusaksikan wajah-wajah dusta masih tega tertawa, sementara korban
merintih di kedua kakinya. Aku ingin segera bertemu dengan wajahmu
pagi, untuk kucanda dan kucumbu, disitu kudapati cintaku. (Abdul
Ghafar Abdullah).
tidur. Malam terasa panjang dan tak berarti sementara mimpi membawa
fikiran makin kusut. Maka wajar saja bila aku berteriak ditengah
malam, itu hanya sekedar untuk mengurangi beban yg memberat di kedua
pundakku. Aku sering merasa muak serta sedih, bila setia waktu harus
kusaksikan wajah-wajah dusta masih tega tertawa, sementara korban
merintih di kedua kakinya. Aku ingin segera bertemu dengan wajahmu
pagi, untuk kucanda dan kucumbu, disitu kudapati cintaku. (Abdul
Ghafar Abdullah).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar