[PSIS] fokus ke superliga

| |

Fokus ke Superliga

KEDIRI - Setelah peluang masuk delapan besar Liga
Indonesia 2007
hampir pasti tertutup, kini fokus PSIS Semarang adalah
meraih tiket Superliga
2008. Pelatih PSIS Sartono Anwar mengatakan,
timnya paling tidak harus
menduduki posisi kesembilan sebagai syarat
mengikuti Superliga. Karena
itu, pertandingan melawan tuan rumah
Persema Malang, Minggu besok, mesti
dimaksimalkan untuk mencuri poin
guna mengamankan peringkat kesembilan
Wilayah I. ''Kami harus menang
atau paling apes seri melawan Persema. Jika
kalah, peluang PSIS akan
berat menghadap laga selanjutnya," ungkap
Sartono di Kediri, kemarin.


Mengenai Persema, mantan pelatih Persedikab Kabupaten Kediri ini
menilai
tim asuhan Rohanda itu mempunyai kekuatan yang hampir sama
dengan PSIS.
Berdasarkan kenyataan itu, dia berani mencanangkan target
meraih poin di
Stadion Gajayana nanti.

 Persema saat ini berada di
urutan ke-11 dengan mengemas 44 poin dari
31 pertandingan. Nilai itu
sama dengan milik Julio Lopez cs. Namun, PSIS
unggul dalam selisih gol
sehingga menempati posisi yang lebih tinggi (peringkat
kesembilan).
Tampil Fight

 "Kedua tim sama-sama berpeluang menembus Superliga.
Saya
akan menginstruksikan para pemain untuk tampil fight lawan
Persema,"
ujar ayah bek Persib Bandung Nova Ariyanto itu. Tambahan
angka sangat dibutuhkan
Julio Lopez dkk, sebelum mengakhiri kompetisi
dengan menjamu PSMS Medan
dan PSSB Bireun.


 Sartono menyebutkan,
formasi yang akan diturunkan melawan Persema tak
jauh berbeda ketika
jumpa Persik Kediri. Pergantian pemain bisa saja terjadi.
Semua
disesuaikan dengan kondisi terakhir.


 ìKami berharap para pemain
sudah melupakan kekalahan di Kediri.
Sebab, mereka akan menghadapi
tugas berat dalam tiga partai sisa,'' jelasnya.


 Dia menegaskan,
skuadnya harus mencuri poin untuk mengamankan posisi
menembus
Superliga. Kendati saat ini berada di peringkat kesembilan, kedudukan
Laskar Mahesa Jenar tetap rawan tergelincir. Apalagi poin PSIS dengan
tim-tim
di bawahnya tak beda jauh.

0 komentar:

.

12/15/2007

[PSIS] fokus ke superliga

Fokus ke Superliga

KEDIRI - Setelah peluang masuk delapan besar Liga
Indonesia 2007
hampir pasti tertutup, kini fokus PSIS Semarang adalah
meraih tiket Superliga
2008. Pelatih PSIS Sartono Anwar mengatakan,
timnya paling tidak harus
menduduki posisi kesembilan sebagai syarat
mengikuti Superliga. Karena
itu, pertandingan melawan tuan rumah
Persema Malang, Minggu besok, mesti
dimaksimalkan untuk mencuri poin
guna mengamankan peringkat kesembilan
Wilayah I. ''Kami harus menang
atau paling apes seri melawan Persema. Jika
kalah, peluang PSIS akan
berat menghadap laga selanjutnya," ungkap
Sartono di Kediri, kemarin.


Mengenai Persema, mantan pelatih Persedikab Kabupaten Kediri ini
menilai
tim asuhan Rohanda itu mempunyai kekuatan yang hampir sama
dengan PSIS.
Berdasarkan kenyataan itu, dia berani mencanangkan target
meraih poin di
Stadion Gajayana nanti.

 Persema saat ini berada di
urutan ke-11 dengan mengemas 44 poin dari
31 pertandingan. Nilai itu
sama dengan milik Julio Lopez cs. Namun, PSIS
unggul dalam selisih gol
sehingga menempati posisi yang lebih tinggi (peringkat
kesembilan).
Tampil Fight

 "Kedua tim sama-sama berpeluang menembus Superliga.
Saya
akan menginstruksikan para pemain untuk tampil fight lawan
Persema,"
ujar ayah bek Persib Bandung Nova Ariyanto itu. Tambahan
angka sangat dibutuhkan
Julio Lopez dkk, sebelum mengakhiri kompetisi
dengan menjamu PSMS Medan
dan PSSB Bireun.


 Sartono menyebutkan,
formasi yang akan diturunkan melawan Persema tak
jauh berbeda ketika
jumpa Persik Kediri. Pergantian pemain bisa saja terjadi.
Semua
disesuaikan dengan kondisi terakhir.


 ìKami berharap para pemain
sudah melupakan kekalahan di Kediri.
Sebab, mereka akan menghadapi
tugas berat dalam tiga partai sisa,'' jelasnya.


 Dia menegaskan,
skuadnya harus mencuri poin untuk mengamankan posisi
menembus
Superliga. Kendati saat ini berada di peringkat kesembilan, kedudukan
Laskar Mahesa Jenar tetap rawan tergelincir. Apalagi poin PSIS dengan
tim-tim
di bawahnya tak beda jauh.

Tidak ada komentar: