SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA

| |

Oleh :
Emha Ainun Najib

Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh,
lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada
Tuhan tak bisa bertamu 
Dua
Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat
dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati 
Tiga
Masjid
batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat
tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada 
Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta'ala
Kita
diajari mengenali-Nya 
Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah,
kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna 
Empat
Sangat mahal
biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun
masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya
kita zikirkan 
Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk
dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan
tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya 
Lima
Masjid
ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita
bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup
mencopetnya 
Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh
di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa
kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya 
Jika kita berumah di
masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki
genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita 
Enam
Masjid itu dua
macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita
bawa masuk kuburan 
Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu
semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya 
Tujuh
Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk
dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala 
Tetapi mereka yang
sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak
memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan 
Maka hanya
bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan
hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat 
Delapan
Bahkan seribu
masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh
samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah
Sesekali kita pertengkarkan soal bid'ah
Atau jumlah rakaat sebuah
shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh
kemesraan kembali 
Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu
mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil
menggali penemuan model imamah 
Sembilan
Seribu masjid dibangun
Seribu
lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa
depan kita cicilkan 
Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika
peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan
kawruh 
Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah
Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan
hikmah kepemimpinan 
Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan
senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang
langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya 'Alal Falah!

1987

0 komentar:

.

1/26/2008

SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA

Oleh :
Emha Ainun Najib

Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh,
lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada
Tuhan tak bisa bertamu 
Dua
Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat
dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati 
Tiga
Masjid
batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat
tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada 
Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta'ala
Kita
diajari mengenali-Nya 
Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah,
kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna 
Empat
Sangat mahal
biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun
masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya
kita zikirkan 
Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk
dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan
tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya 
Lima
Masjid
ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita
bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup
mencopetnya 
Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh
di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa
kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya 
Jika kita berumah di
masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki
genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita 
Enam
Masjid itu dua
macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita
bawa masuk kuburan 
Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu
semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya 
Tujuh
Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk
dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala 
Tetapi mereka yang
sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak
memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan 
Maka hanya
bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan
hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat 
Delapan
Bahkan seribu
masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh
samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah
Sesekali kita pertengkarkan soal bid'ah
Atau jumlah rakaat sebuah
shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh
kemesraan kembali 
Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu
mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil
menggali penemuan model imamah 
Sembilan
Seribu masjid dibangun
Seribu
lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa
depan kita cicilkan 
Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika
peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan
kawruh 
Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah
Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan
hikmah kepemimpinan 
Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan
senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang
langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya 'Alal Falah!

1987

Tidak ada komentar: