Sumber :
http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5501_0_12_0_M
BBC menemukan
fakta bahwa lembaga think-tank kelompok sayap kiri telah
membuat
laporan palsu tentang peran masjid-masjid di Inggris sebagai tempat
menyebarkan ajaran kekerasan.
Pada bulan Oktober kemarin, lembaga
Hijacking of British Islam dalam
laporannya bertajuk Policy Exchange
menyatakan bahwa mereka mendapatkan
sejumlah buku-buku ekstrimis,
pamflet dan selebaran-selebaran dari
masjid-masjid dan Islamic-Islamic
Center yang mendorong orang untuk
melakukan kekerasan dan membenci
penganut agama lain seperti Kristen dan
Yahudi.
Lembaga itu mengklaim
menemukan material-material itu di 26 masjid dari 100
masjid yang
didatangi empat tim peneliti Policy Exchage.
Dalam laporannya
disebutkan, di Masjid Leyton, London Timur, mereka
menemukan
material-material yang isinya menyatakan bahwa tidak akan pernah
ada
persaudaraan antara Muslim dan non-Muslim.
Acara Newsnight BBC2
kemudian melakukan penelitian atas hasil laporan
tersebut dengan
menyewa seorang ahli forensik dokumen. Surat kabar Guardian
edisi
Kamis (13/12) yang menurunkan artikel ini menulis, dari hasil
penelitian forensik ditemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan
Policy
Exchange. Antara lain di tanda terima buku-buku yang
dicantumkan dalam
laporan Policy Exchange, di mana terjadi kesalahan
dalam penulisan nama dan
alamat masjid.
Setelah Newsnight melakukan
penelusuran, alamat yang oleh laporan Policy
Exchange disebut sebagai
alamat masjid, ternyata alamat sebuah toko buku.
Ini bukan yang
pertama kalinya, laporan-laporan palsu tentang masjid-masjid
di
Inggris diekspos media. Pada bulan Agustus, otoritas Inggris menuding
Channel 4 sudah membuat film dokumenter tentang ekstrimisme di
masjid-masjid
dan memicu kebencian rasial di negeri Inggris.
Sikap
Masjid-Masjid di Inggris
Komite Masjid di Inggris mengaku terkejut
setelah melihat bukti-bukti yang
diungkap Newsnight BBC. Juru bicara
Masjid Leyton mengatakan bahwa mereka
sedang mempertimbangkan untuk
mengajukan gugatan hukum terhadap laporan
Policy Exchange, yang sudah
membuat laporan-laporan palsu.
"Laporan itu betul-betul tidak akurat
dan berisi informasi yang menyesatkan.
Laporan itu benar-benar laporan
palsu, " kata Dr Usama Hasan.
"Kami sedang mempertimbangkan untuk
mengambil langkah hukum atas laporan
ini, karena berpotensi merusak
nama baik masjid kami, " tukasnya.
Muslim Council of Britain (MCB)
berterima kasih pada BBC yang telah
mengungkap kebenaran. "Newsnight
layak mendapat penghargaan karena telah
mengekspos kurangnya
kredibilitas dan metodologi yang meragukan dari laporan
Policy
Exchange, " kata Inayat Bunglawala, asisten sekretaris jenderal MCB,
Inayat Bunglawala.(ln/iol/eramuslim)
--
Salamun 'ala manittaba al
Huda
ARMANSYAH
http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik
dan
bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63


BBC Bongkar Laporan Palsu Tentang Masjid-Masjid di Inggris
|
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
12/17/2007
BBC Bongkar Laporan Palsu Tentang Masjid-Masjid di Inggris
Sumber :
http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5501_0_12_0_M BBC menemukan
fakta bahwa lembaga think-tank kelompok sayap kiri telah membuat
laporan palsu tentang peran masjid-masjid di Inggris sebagai tempat
menyebarkan ajaran kekerasan. Pada bulan Oktober kemarin, lembaga
Hijacking of British Islam dalam laporannya bertajuk Policy Exchange
menyatakan bahwa mereka mendapatkan sejumlah buku-buku ekstrimis,
pamflet dan selebaran-selebaran dari masjid-masjid dan Islamic-Islamic
Center yang mendorong orang untuk melakukan kekerasan dan membenci
penganut agama lain seperti Kristen dan Yahudi. Lembaga itu mengklaim
menemukan material-material itu di 26 masjid dari 100 masjid yang
didatangi empat tim peneliti Policy Exchage. Dalam laporannya
disebutkan, di Masjid Leyton, London Timur, mereka menemukan
material-material yang isinya menyatakan bahwa tidak akan pernah ada
persaudaraan antara Muslim dan non-Muslim. Acara Newsnight BBC2
kemudian melakukan penelitian atas hasil laporan tersebut dengan
menyewa seorang ahli forensik dokumen. Surat kabar Guardian edisi
Kamis (13/12) yang menurunkan artikel ini menulis, dari hasil
penelitian forensik ditemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan
Policy Exchange. Antara lain di tanda terima buku-buku yang
dicantumkan dalam laporan Policy Exchange, di mana terjadi kesalahan
dalam penulisan nama dan alamat masjid. Setelah Newsnight melakukan
penelusuran, alamat yang oleh laporan Policy Exchange disebut sebagai
alamat masjid, ternyata alamat sebuah toko buku. Ini bukan yang
pertama kalinya, laporan-laporan palsu tentang masjid-masjid di
Inggris diekspos media. Pada bulan Agustus, otoritas Inggris menuding
Channel 4 sudah membuat film dokumenter tentang ekstrimisme di
masjid-masjid dan memicu kebencian rasial di negeri Inggris. Sikap
Masjid-Masjid di Inggris Komite Masjid di Inggris mengaku terkejut
setelah melihat bukti-bukti yang diungkap Newsnight BBC. Juru bicara
Masjid Leyton mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk
mengajukan gugatan hukum terhadap laporan Policy Exchange, yang sudah
membuat laporan-laporan palsu. "Laporan itu betul-betul tidak akurat
dan berisi informasi yang menyesatkan. Laporan itu benar-benar laporan
palsu, " kata Dr Usama Hasan. "Kami sedang mempertimbangkan untuk
mengambil langkah hukum atas laporan ini, karena berpotensi merusak
nama baik masjid kami, " tukasnya. Muslim Council of Britain (MCB)
berterima kasih pada BBC yang telah mengungkap kebenaran. "Newsnight
layak mendapat penghargaan karena telah mengekspos kurangnya
kredibilitas dan metodologi yang meragukan dari laporan Policy
Exchange, " kata Inayat Bunglawala, asisten sekretaris jenderal MCB,
Inayat Bunglawala.(ln/iol/eramuslim) -- Salamun 'ala manittaba al
Huda ARMANSYAH http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
http://swaramuslim.net/berita/more.php?id=5501_0_12_0_M BBC menemukan
fakta bahwa lembaga think-tank kelompok sayap kiri telah membuat
laporan palsu tentang peran masjid-masjid di Inggris sebagai tempat
menyebarkan ajaran kekerasan. Pada bulan Oktober kemarin, lembaga
Hijacking of British Islam dalam laporannya bertajuk Policy Exchange
menyatakan bahwa mereka mendapatkan sejumlah buku-buku ekstrimis,
pamflet dan selebaran-selebaran dari masjid-masjid dan Islamic-Islamic
Center yang mendorong orang untuk melakukan kekerasan dan membenci
penganut agama lain seperti Kristen dan Yahudi. Lembaga itu mengklaim
menemukan material-material itu di 26 masjid dari 100 masjid yang
didatangi empat tim peneliti Policy Exchage. Dalam laporannya
disebutkan, di Masjid Leyton, London Timur, mereka menemukan
material-material yang isinya menyatakan bahwa tidak akan pernah ada
persaudaraan antara Muslim dan non-Muslim. Acara Newsnight BBC2
kemudian melakukan penelitian atas hasil laporan tersebut dengan
menyewa seorang ahli forensik dokumen. Surat kabar Guardian edisi
Kamis (13/12) yang menurunkan artikel ini menulis, dari hasil
penelitian forensik ditemukan sejumlah kejanggalan dalam laporan
Policy Exchange. Antara lain di tanda terima buku-buku yang
dicantumkan dalam laporan Policy Exchange, di mana terjadi kesalahan
dalam penulisan nama dan alamat masjid. Setelah Newsnight melakukan
penelusuran, alamat yang oleh laporan Policy Exchange disebut sebagai
alamat masjid, ternyata alamat sebuah toko buku. Ini bukan yang
pertama kalinya, laporan-laporan palsu tentang masjid-masjid di
Inggris diekspos media. Pada bulan Agustus, otoritas Inggris menuding
Channel 4 sudah membuat film dokumenter tentang ekstrimisme di
masjid-masjid dan memicu kebencian rasial di negeri Inggris. Sikap
Masjid-Masjid di Inggris Komite Masjid di Inggris mengaku terkejut
setelah melihat bukti-bukti yang diungkap Newsnight BBC. Juru bicara
Masjid Leyton mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan untuk
mengajukan gugatan hukum terhadap laporan Policy Exchange, yang sudah
membuat laporan-laporan palsu. "Laporan itu betul-betul tidak akurat
dan berisi informasi yang menyesatkan. Laporan itu benar-benar laporan
palsu, " kata Dr Usama Hasan. "Kami sedang mempertimbangkan untuk
mengambil langkah hukum atas laporan ini, karena berpotensi merusak
nama baik masjid kami, " tukasnya. Muslim Council of Britain (MCB)
berterima kasih pada BBC yang telah mengungkap kebenaran. "Newsnight
layak mendapat penghargaan karena telah mengekspos kurangnya
kredibilitas dan metodologi yang meragukan dari laporan Policy
Exchange, " kata Inayat Bunglawala, asisten sekretaris jenderal MCB,
Inayat Bunglawala.(ln/iol/eramuslim) -- Salamun 'ala manittaba al
Huda ARMANSYAH http://armansyah.swaramuslim.net
http://arsiparmansyah.wordpress.com
http://rekonstruksisejarahisaalmasih.wordpress.com
http://jejakpararasulsetelahmuhammad.wordpress.com/
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
Serulah kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan
bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. -Qs. 16 an-Nahl :125
Berilah mereka pelajaran, dan katakanlah kepada mereka perkataan yang
berbekas pada jiwa mereka. -Qs. 4 an-Nisa' : 63
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar