Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi Hanyalah Mitos
Sumber :
http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5757_0_1_0_m
Banyak penulis
tentang Barat menyatakan, bahwa kebesaran kebudayaan Barat
adalah
karena pengaruh Yunani dan Romawi. Dengan demikian, seolah dua bangsa
itu mempunyai nilai besar dalam membentuk peradaban dunia Barat saat
ini.
Betulkah demikian?
Menurut Roger Garaudy, kebesaran bangsa
Yunani hanyalah hanyalah cerita
sejarah yang dibuat karena
ketidakpahaman. Hal yang sama juga tentang
keunggulan bangsa Yahudi.
"Mitos keistimewaan Yunani hanya dapat terjadi karena kebodohan yang
disengaja atau penolakan terhadap asal-usul dan sejarah kota Athena
pada
zaman Pericles. Mitos keistimewaan bangsa Yahudi juga disuburkan
oleh
kebodohan yang disengaja serta penolakan yang sama, " tegas
Garuady. (Roger
Garaudy, Promesses de 'Islam, Paris: 1981).
Dalam
Al-Qur'an memang Allah Swt menyebutkan, bahwa bangsa Israel- sebagai
asal-usul bangsa Yahudi- telah dilebihkan atas segala umat (QS. 2:
47). Ayat
ini tidak menunjukkan bahwa bangsa Yahudi menjadi bangsa
yang lebih luhur
dibanding bangsa lain selama-lamanya.. Mereka yang
dipuji Allah punya
keluhuran adalah bangsa Yahudi pada masa Nabi Musa
'alaihi al-salam (as).
Bangsa Yahudi menjadi unggul ketika mereka
taat dan mengikuti ajaran Nabi
Musa setelah dikejar dan dintimidasi
oleh Fir'aun. Tapi, setelah mereka
membangkang dan melakukan
penyimpangan (tahrif), mereka dikutuk Allah.
"Jadilah kamu kera yang
hina, " demikian firman-Nya pada Al-Baqarah: 65.
Inilah afirmasi
Allah yang paling tegas kepada para pengkaji sejarah dan
peradaban,
bahwa bangsa Yahudi pasca Nabi Musa menjadi banga yang terhina,
dicaci, dimusuhi dan diusir karena sikap dan perbuatannya yang menolak
kebenaran dan rasis. Bangsa ini pada masa Hitler juga menjadi sasaran
empuk.
Mitos yang dibesar-besarkan juga terjadi pada agama Kristen
(Masehi), agama
yang dianut hampir di semua negara benua Eropa,
kendati benua ini tidak
pernah melahirkan agama besar. Agama ini
bermula di Antokia, Turki (Asia),
kemudia menyebar di Isdkandaria,
Mesir (Afrika).
Garaudy mengungkapkan, agama Masehi mengambil bahan
dan tradisi Yahudi dan
Yunani, negara tetangga terdekat Turki- dari
hubungannya bangsa Timur.
Selain itu, agama ini juga dipengaruhi oleh
biksu-biksu Budha yang dikirim
oleh Ashoka, seorang Maharaja India
dari Dinasti Maurya (261 SM) sebelum
lahirnya Nabi Isa as.
"Keturunan
para biksu itu terdapat masyarakat Essena, dan mereka itu
mempunyai
pandangan-pandangan dan perilaku tang sangat mirip dengan
panadangan
serta perilkau masyarakat Gua Qumran atau masyarakat Injil Thomas
yang
ditemukan di Mesir, " papar Garaudy, intelektual Muslim asal Perancis,
yang pernah jadi atheis.
Sangat wajar bila kemudian Islam mengkritik
peradaban, moral, dan keyakinan
Yahudi, Kristen, dan tentunya Barat.
Sebab, dalam pandangan Islam, kedua
agama yang turut melahirkan
peradaban Barat selama ini salah dan telah
diselewengkan oleh para
penganutnya.


Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi Hanyalah Mitos
|
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
12/18/2007
Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi Hanyalah Mitos
Kebesaran Bangsa Yunani, Yahudi, dan Masehi Hanyalah Mitos
Sumber :
http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5757_0_1_0_m Banyak penulis
tentang Barat menyatakan, bahwa kebesaran kebudayaan Barat adalah
karena pengaruh Yunani dan Romawi. Dengan demikian, seolah dua bangsa
itu mempunyai nilai besar dalam membentuk peradaban dunia Barat saat
ini. Betulkah demikian? Menurut Roger Garaudy, kebesaran bangsa
Yunani hanyalah hanyalah cerita sejarah yang dibuat karena
ketidakpahaman. Hal yang sama juga tentang keunggulan bangsa Yahudi.
"Mitos keistimewaan Yunani hanya dapat terjadi karena kebodohan yang
disengaja atau penolakan terhadap asal-usul dan sejarah kota Athena
pada zaman Pericles. Mitos keistimewaan bangsa Yahudi juga disuburkan
oleh kebodohan yang disengaja serta penolakan yang sama, " tegas
Garuady. (Roger Garaudy, Promesses de 'Islam, Paris: 1981). Dalam
Al-Qur'an memang Allah Swt menyebutkan, bahwa bangsa Israel- sebagai
asal-usul bangsa Yahudi- telah dilebihkan atas segala umat (QS. 2:
47). Ayat ini tidak menunjukkan bahwa bangsa Yahudi menjadi bangsa
yang lebih luhur dibanding bangsa lain selama-lamanya.. Mereka yang
dipuji Allah punya keluhuran adalah bangsa Yahudi pada masa Nabi Musa
'alaihi al-salam (as). Bangsa Yahudi menjadi unggul ketika mereka
taat dan mengikuti ajaran Nabi Musa setelah dikejar dan dintimidasi
oleh Fir'aun. Tapi, setelah mereka membangkang dan melakukan
penyimpangan (tahrif), mereka dikutuk Allah. "Jadilah kamu kera yang
hina, " demikian firman-Nya pada Al-Baqarah: 65. Inilah afirmasi
Allah yang paling tegas kepada para pengkaji sejarah dan peradaban,
bahwa bangsa Yahudi pasca Nabi Musa menjadi banga yang terhina,
dicaci, dimusuhi dan diusir karena sikap dan perbuatannya yang menolak
kebenaran dan rasis. Bangsa ini pada masa Hitler juga menjadi sasaran
empuk. Mitos yang dibesar-besarkan juga terjadi pada agama Kristen
(Masehi), agama yang dianut hampir di semua negara benua Eropa,
kendati benua ini tidak pernah melahirkan agama besar. Agama ini
bermula di Antokia, Turki (Asia), kemudia menyebar di Isdkandaria,
Mesir (Afrika). Garaudy mengungkapkan, agama Masehi mengambil bahan
dan tradisi Yahudi dan Yunani, negara tetangga terdekat Turki- dari
hubungannya bangsa Timur. Selain itu, agama ini juga dipengaruhi oleh
biksu-biksu Budha yang dikirim oleh Ashoka, seorang Maharaja India
dari Dinasti Maurya (261 SM) sebelum lahirnya Nabi Isa as. "Keturunan
para biksu itu terdapat masyarakat Essena, dan mereka itu mempunyai
pandangan-pandangan dan perilaku tang sangat mirip dengan panadangan
serta perilkau masyarakat Gua Qumran atau masyarakat Injil Thomas yang
ditemukan di Mesir, " papar Garaudy, intelektual Muslim asal Perancis,
yang pernah jadi atheis. Sangat wajar bila kemudian Islam mengkritik
peradaban, moral, dan keyakinan Yahudi, Kristen, dan tentunya Barat.
Sebab, dalam pandangan Islam, kedua agama yang turut melahirkan
peradaban Barat selama ini salah dan telah diselewengkan oleh para
penganutnya.
http://www.swaramuslim.net/more.php?id=5757_0_1_0_m Banyak penulis
tentang Barat menyatakan, bahwa kebesaran kebudayaan Barat adalah
karena pengaruh Yunani dan Romawi. Dengan demikian, seolah dua bangsa
itu mempunyai nilai besar dalam membentuk peradaban dunia Barat saat
ini. Betulkah demikian? Menurut Roger Garaudy, kebesaran bangsa
Yunani hanyalah hanyalah cerita sejarah yang dibuat karena
ketidakpahaman. Hal yang sama juga tentang keunggulan bangsa Yahudi.
"Mitos keistimewaan Yunani hanya dapat terjadi karena kebodohan yang
disengaja atau penolakan terhadap asal-usul dan sejarah kota Athena
pada zaman Pericles. Mitos keistimewaan bangsa Yahudi juga disuburkan
oleh kebodohan yang disengaja serta penolakan yang sama, " tegas
Garuady. (Roger Garaudy, Promesses de 'Islam, Paris: 1981). Dalam
Al-Qur'an memang Allah Swt menyebutkan, bahwa bangsa Israel- sebagai
asal-usul bangsa Yahudi- telah dilebihkan atas segala umat (QS. 2:
47). Ayat ini tidak menunjukkan bahwa bangsa Yahudi menjadi bangsa
yang lebih luhur dibanding bangsa lain selama-lamanya.. Mereka yang
dipuji Allah punya keluhuran adalah bangsa Yahudi pada masa Nabi Musa
'alaihi al-salam (as). Bangsa Yahudi menjadi unggul ketika mereka
taat dan mengikuti ajaran Nabi Musa setelah dikejar dan dintimidasi
oleh Fir'aun. Tapi, setelah mereka membangkang dan melakukan
penyimpangan (tahrif), mereka dikutuk Allah. "Jadilah kamu kera yang
hina, " demikian firman-Nya pada Al-Baqarah: 65. Inilah afirmasi
Allah yang paling tegas kepada para pengkaji sejarah dan peradaban,
bahwa bangsa Yahudi pasca Nabi Musa menjadi banga yang terhina,
dicaci, dimusuhi dan diusir karena sikap dan perbuatannya yang menolak
kebenaran dan rasis. Bangsa ini pada masa Hitler juga menjadi sasaran
empuk. Mitos yang dibesar-besarkan juga terjadi pada agama Kristen
(Masehi), agama yang dianut hampir di semua negara benua Eropa,
kendati benua ini tidak pernah melahirkan agama besar. Agama ini
bermula di Antokia, Turki (Asia), kemudia menyebar di Isdkandaria,
Mesir (Afrika). Garaudy mengungkapkan, agama Masehi mengambil bahan
dan tradisi Yahudi dan Yunani, negara tetangga terdekat Turki- dari
hubungannya bangsa Timur. Selain itu, agama ini juga dipengaruhi oleh
biksu-biksu Budha yang dikirim oleh Ashoka, seorang Maharaja India
dari Dinasti Maurya (261 SM) sebelum lahirnya Nabi Isa as. "Keturunan
para biksu itu terdapat masyarakat Essena, dan mereka itu mempunyai
pandangan-pandangan dan perilaku tang sangat mirip dengan panadangan
serta perilkau masyarakat Gua Qumran atau masyarakat Injil Thomas yang
ditemukan di Mesir, " papar Garaudy, intelektual Muslim asal Perancis,
yang pernah jadi atheis. Sangat wajar bila kemudian Islam mengkritik
peradaban, moral, dan keyakinan Yahudi, Kristen, dan tentunya Barat.
Sebab, dalam pandangan Islam, kedua agama yang turut melahirkan
peradaban Barat selama ini salah dan telah diselewengkan oleh para
penganutnya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar