http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5574&Itemid=66
Dalam sebuah pernyataan terbarunya, Syaikh Yusuf Qaradhawi, mengajak
membela Iran jika Amerika Serikat tetap menyerangnya
Hidayatullah.com--Dalam satu wawancara dengan radio IslamOnline Hari
Kamis,
Sabtu, 13 Oktober, 2007, kemarin Ketua Asosiasi Ulama Islam
Internasional,
Dr. Yusuf Qaradhawi menekankan bahwa semua Muslim
mempunyai hak berjihad
melawan terhadap setiap musuh yang
memecah-belah negeri Muslim.
"Itu adalah keawajiban semua Muslim
untuk membalas setiap serangan yang
mungkin dilakukan AS. Iran adalah
salah satu negeri Muslim dan semua Muslim
perlu mempertahankannya
selagi AS menjadi musuh Islam dan mengumumkan
peperangan terhadap
Islam di bawah kampanye "terorisme" serta mendukung
Israel dengan
dukungan yang tak terbatas," begitu kutipnya.
Tentang program nukrli
Iran, Qaradhawi juga mengatakan, Tehran mempunyai hak
untuk
mengembangkan nuklir. "Mengapa Iran atau negeri Muslim manapun atau
Negeri Afrika diasingkan jika mempunyai nuklir? Sementara Israel dan
AS
sendiri telah memilikinya?
Lebih lanjut, Qaradhawi mengatakan
melawan bentuk perang di Iran dan di
Iraq. "Kita melawan terhadap
setiap peperangan di Iran sebagaimana kita juga
melawan terhadap
peperangan di Iraq. Kita melawan setiap peperangan berdasar
pada
pertimbangan agresif atau bersifat pembalasan," tambahnya.
Namun,
jika ada salah satu Negara kaum Muslim yang diserang, Qaradhawi
menghimbai kepada semua kaum Muslin untuk melakukan jihad membelanya.
"Ketika suatu negeri Muslim diserbu oleh beberapa negeri yang lain,
semua
Muslim bisa berbuat melakukan jihad dan perlu bekerja keras
untuk
mempertahankan negeri yang diserbu. Tidak dibenarkan kaum Muslim
pergi ke
luar Negara mereka untuk mempertahankan rekan mereka kecuali
jika mereka
mendapat ijin dari penguasa negeri mereka," tambah
Qaradhawi.
Selain itu, Qaradhawi juga mengajak kaum Muslim melakukan
boikot terhadap
Negara-negara yang selama ini secara nyata memusuhi.
Islam. Boikot seperti
itu, menurut Qaradhawi sebagai bagian dari
"jihad" melawan musuh.
Menyangkut hubunganantara gerakan Hamas dan
Fatah di Palestina, ia
menghimbau kedua fraksi-fraksi itu untuk mulai
melakukan lagi pembicaraan
dan segera bersatu melawan Israel.
[qlft/cha/www.hidayatullah.com]
------------------


Yusuf Qaradhawi Ajak Pertahankan Iran jika Diserang AS
|
|
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
.
12/19/2007
Yusuf Qaradhawi Ajak Pertahankan Iran jika Diserang AS
http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content&task=view&id=5574&Itemid=66
Dalam sebuah pernyataan terbarunya, Syaikh Yusuf Qaradhawi, mengajak
membela Iran jika Amerika Serikat tetap menyerangnya
Hidayatullah.com--Dalam satu wawancara dengan radio IslamOnline Hari
Kamis, Sabtu, 13 Oktober, 2007, kemarin Ketua Asosiasi Ulama Islam
Internasional, Dr. Yusuf Qaradhawi menekankan bahwa semua Muslim
mempunyai hak berjihad melawan terhadap setiap musuh yang
memecah-belah negeri Muslim. "Itu adalah keawajiban semua Muslim
untuk membalas setiap serangan yang mungkin dilakukan AS. Iran adalah
salah satu negeri Muslim dan semua Muslim perlu mempertahankannya
selagi AS menjadi musuh Islam dan mengumumkan peperangan terhadap
Islam di bawah kampanye "terorisme" serta mendukung Israel dengan
dukungan yang tak terbatas," begitu kutipnya. Tentang program nukrli
Iran, Qaradhawi juga mengatakan, Tehran mempunyai hak untuk
mengembangkan nuklir. "Mengapa Iran atau negeri Muslim manapun atau
Negeri Afrika diasingkan jika mempunyai nuklir? Sementara Israel dan
AS sendiri telah memilikinya? Lebih lanjut, Qaradhawi mengatakan
melawan bentuk perang di Iran dan di Iraq. "Kita melawan terhadap
setiap peperangan di Iran sebagaimana kita juga melawan terhadap
peperangan di Iraq. Kita melawan setiap peperangan berdasar pada
pertimbangan agresif atau bersifat pembalasan," tambahnya. Namun,
jika ada salah satu Negara kaum Muslim yang diserang, Qaradhawi
menghimbai kepada semua kaum Muslin untuk melakukan jihad membelanya.
"Ketika suatu negeri Muslim diserbu oleh beberapa negeri yang lain,
semua Muslim bisa berbuat melakukan jihad dan perlu bekerja keras
untuk mempertahankan negeri yang diserbu. Tidak dibenarkan kaum Muslim
pergi ke luar Negara mereka untuk mempertahankan rekan mereka kecuali
jika mereka mendapat ijin dari penguasa negeri mereka," tambah
Qaradhawi. Selain itu, Qaradhawi juga mengajak kaum Muslim melakukan
boikot terhadap Negara-negara yang selama ini secara nyata memusuhi.
Islam. Boikot seperti itu, menurut Qaradhawi sebagai bagian dari
"jihad" melawan musuh. Menyangkut hubunganantara gerakan Hamas dan
Fatah di Palestina, ia menghimbau kedua fraksi-fraksi itu untuk mulai
melakukan lagi pembicaraan dan segera bersatu melawan Israel.
[qlft/cha/www.hidayatullah.com] ------------------
Dalam sebuah pernyataan terbarunya, Syaikh Yusuf Qaradhawi, mengajak
membela Iran jika Amerika Serikat tetap menyerangnya
Hidayatullah.com--Dalam satu wawancara dengan radio IslamOnline Hari
Kamis, Sabtu, 13 Oktober, 2007, kemarin Ketua Asosiasi Ulama Islam
Internasional, Dr. Yusuf Qaradhawi menekankan bahwa semua Muslim
mempunyai hak berjihad melawan terhadap setiap musuh yang
memecah-belah negeri Muslim. "Itu adalah keawajiban semua Muslim
untuk membalas setiap serangan yang mungkin dilakukan AS. Iran adalah
salah satu negeri Muslim dan semua Muslim perlu mempertahankannya
selagi AS menjadi musuh Islam dan mengumumkan peperangan terhadap
Islam di bawah kampanye "terorisme" serta mendukung Israel dengan
dukungan yang tak terbatas," begitu kutipnya. Tentang program nukrli
Iran, Qaradhawi juga mengatakan, Tehran mempunyai hak untuk
mengembangkan nuklir. "Mengapa Iran atau negeri Muslim manapun atau
Negeri Afrika diasingkan jika mempunyai nuklir? Sementara Israel dan
AS sendiri telah memilikinya? Lebih lanjut, Qaradhawi mengatakan
melawan bentuk perang di Iran dan di Iraq. "Kita melawan terhadap
setiap peperangan di Iran sebagaimana kita juga melawan terhadap
peperangan di Iraq. Kita melawan setiap peperangan berdasar pada
pertimbangan agresif atau bersifat pembalasan," tambahnya. Namun,
jika ada salah satu Negara kaum Muslim yang diserang, Qaradhawi
menghimbai kepada semua kaum Muslin untuk melakukan jihad membelanya.
"Ketika suatu negeri Muslim diserbu oleh beberapa negeri yang lain,
semua Muslim bisa berbuat melakukan jihad dan perlu bekerja keras
untuk mempertahankan negeri yang diserbu. Tidak dibenarkan kaum Muslim
pergi ke luar Negara mereka untuk mempertahankan rekan mereka kecuali
jika mereka mendapat ijin dari penguasa negeri mereka," tambah
Qaradhawi. Selain itu, Qaradhawi juga mengajak kaum Muslim melakukan
boikot terhadap Negara-negara yang selama ini secara nyata memusuhi.
Islam. Boikot seperti itu, menurut Qaradhawi sebagai bagian dari
"jihad" melawan musuh. Menyangkut hubunganantara gerakan Hamas dan
Fatah di Palestina, ia menghimbau kedua fraksi-fraksi itu untuk mulai
melakukan lagi pembicaraan dan segera bersatu melawan Israel.
[qlft/cha/www.hidayatullah.com] ------------------
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






0 komentar:
Posting Komentar