[+/-]

Lembutkan Hatimu Dengan Mengingat Mati

[+/-]

Ilmu Nahwu Sebagai Alat Berdebat

[+/-]

ARTIKEL-ARTIKEL TENTANG WALIMATUL 'URSY

[+/-]

SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA

[+/-]

PERKAWINAN ADALAH FITRAH KEMANUSIAAN

[+/-]

Kondisi Ekonomi dan Dosa

[+/-]

Jalan Menuju Iman: Allah Tuhanku

[+/-]

MUI: Ahmadiyah Tetap Sesat

[+/-]

Menjelma Cinta

[+/-]

Sekjen Hizbullah : "Suatu Kehormatan Menjadi Musuh Setan Besar"

[+/-]

Mashadi: Pembela Aliran Sesat Lebih Bahaya Dari Aliran Sesat

[+/-]

Berbahagialah Orang-orang ‘Aneh’

[+/-]

Selamat Tahun Baru 1429H

[+/-]

Kebebasan Bukan Merusak Agama

[+/-]

Cerita Tentang Bennet

[+/-]

Suporter Bola Israel, Hina Rasulullah Saw

[+/-]

Tenosyvitis Akibat Sering SMS

[+/-]

Amalan Praktis untuk Mencapai Hajat

[+/-]

Virus berbahaya

[+/-]

Makna Agama

1/28/2008

Lembutkan Hatimu Dengan Mengingat Mati


Innalillahi wa innailaihi raji'un...

Saudaraku yang mengharap ridho
Allah Subhanahu wa Ta'ala, Sesungguhnya
kehidupan dunia ini adalah
sebuah perjalanan panjang menuju negeri
keabadian.
Semoga kita
digolongkan ke dalam orang-orang yang sadar dan mengerti
harus
bagaimana menjalani hidup ini agar terhindar dari kehidupan yang
sia-sia dan tanpa makna.
Perjalanan ke sebuah negeri yang tiada
akhirnya. Ingatlah wahai
saudaraku perbekalan yang terbaik adalah
ketakwaan kita (watazawwadu
fainna khoirozzaadittaqwa) QS. 2:198.
Yakni dengan amal shaleh yang
ikhlas dan mutaaba'ah (sesuai sunnah
Rasulullah u) yang menyertaimu
ketika meninggalkan dunia ini untuk
menghadap Allah Subhanahu wa
Ta'ala dalam kematian yang pasti.
"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati...." (QS. Al-Imran :185)
Memang wahai saudaraku. Perjalanan ini adalah menuju akhirat. Suatu
perjalanan yang kita mohon kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala agar
berakhir pada kenikmatan surga. Bukan neraka. Karena keagungan
perjalanan menuju hari akhir inilah Rasulullah bersabda:
"Seandainya
kalian mengetahui apa yang kuketahui, niscaya kalian akan
sedikit
tertawa dan banyak menangis." (Mutaffaqun 'alaih)
maksudnya, jika kita
mengetahui hakekat ajal yang akan menjemput kita
dan kedahsyatan alam
kubur, kegelapan hari kiamat dan segala
kesedihannya, shirot (titian)
dan segala rintangannya, surga dengan
segala kenikmatannya, niscaya
akan memberikan motivasi kepada kita
untuk mengadakan perubahan.
Berubah dari kefasikan dan kekafiran
menjadi keimanan, dari
kemunafikan menjadi istiqamah, dari keraguan
menjadi keyakinan, dari
kesombongan menjadi ketawadhu'an, dari rakus
menjadi rasa syukur dan
sederhana, dari pemarah dan pendendam menjadi
kasih sayang dan
memaafkan, dari kelicikan dan kesewenangan menjadi
kejujuran dan
keadilan, dari kedustaan menjadi kebenaran. Jadi,
perubahan diri dari
sifat dan watak syaithoni dan hewani, menjadi
insan Islami harus
segera di mulai.
Akan tetapi kita sering lupa atau berpura-pura lupa
dengan perjalanan
panjang tersebut, bahkan malah memilih dunia dengan
segala
perangkatnya, kemewahan, kecantikan, kekayaan, kedudukan yang
semua
nilainya disisi Allah S.W.T, tidak lebih dari sehelai sayap
nyamuk!
Wahai yang tertipu oleh dunia.....!
Wahai yang sedang
berpaling dari Allah S.W.T...!
Wahai yang sedang lengah dari ketaatan
kepada Rabb-nya...!
Wahai yang nafsunya selalu menolak nasehat!!
Wahai
yang selalu berangan-angan panjang!!!
Tidakkah engkau mengetahui bahwa
kamu akan segera meninggalkan duniamu
dan duniamu pula akan
meninggalkanmu?
Mana rumahmu yang megah?
Mana pakaianmu yang indah?
Mana aroma wewangianmu?
Mana para pembantu dan familimu?
Mana wajahmu
yang cantik dan tampan?
Mana kulitmu yang halus?
Mana....?! Mana....?!
Saat itu ulat dan cacing mengoyak-ngoyak dan mencerai-beraikan seluruh
tubuhmu ....?!
Bersegeralah bersimpuh di hadapan Rabbul Jalil, Allah
S.W.T.
Lepaskan selimut kesombongan yang menghalangi dari rahmat dan
maghfirah-Nya.
Kuberikan khabar gembira bagi yang berdosa, lalai dan
berlebih-
lebihan, agar segera berhenti dari perbuatan kemaksiatannya
itu.
Saudaraku yang tercinta, siapakah diantara kita yang tak berdosa,
siapa diantara kita yang tidak bersalah kepada Tuhannya? Sama sekali
tidak ada, seharipun kita tidak bisa seperti malaikat yang selalu taat
dan tidak berbuat maksiat sedikitpun.
Datangilah masjid, majlis-majlis
ilmu dan beribadahlah di dalamnya,
tegakkanlah shalat lima waktu,
puasalah di bulan Ramadhan,
tunaikan haji jika engkau telah mampu,
zakatilah harta dan jiwamu,
bimbinglah anak-anakmu dengan Al-Islam,
jauhkan dirimu dan keluargamu dari tontonan/bacaan/majalah/tabloid
yang melalaikan dirimu untuk mengingat-Nya..
Insyafilah semua
dosa-dosa, serta ingatlah ....
Pintu taubat masih terbuka lebar
untukmu, rahmat dan maghfirah Allah
S.W.T sangatlah luas, lebih luas
dari lautan dosa.

1/27/2008

Ilmu Nahwu Sebagai Alat Berdebat

Islam datang ke Bali yang mayoritas Hindu itu tampil dengan penuh
toleransi dan kedamaian, sehingga masyarakat tidak terusik. Bahkan
selama masa perjuangan kedua komunitas agama yang berbeda itu bahu
membahu dalam melawan Belanda. 
 Tetapi sejak tahun 1934, pulau Bali
dijadikan target gerakan puritanisme yang dikomandoi oleh kelompok
modernis Islam. Beberapa tokoh Islam modernis dikirim dari Solo dan
Banyuwangi untuk menancapkan pengaruhnya dengan cara menyerang
habis-habisan tradisi Islam yang tumbuh di tengah-tengah masyarakat
setempat. Slogan taklid buta, bid'ah, khurafat dan tahayyul pun mereka
jadikan platform perjuangan.
 Mereka juga tak segan-segan menuduh
praktek beragama ulama dan masyarakat Muslim Bali sebagai bentuk
peribadatan yang telah tercemari oleh perbuatan syirik. Tentu saja
masyarakat Islam Bali tidak tinggal diam dengan tuduhan tersebut.
Mereka tidak terima jika faham ahlussunnah wal jama'ah yang selama ini
diwariskan oleh para ulama mereka dituduh menyimpang, bahkan dianggap
mengajarkan ajaran yang sesat. Oleh sebab itu, beberapa kali
tokoh-tokoh modernis diusir karena dianggap meresahkan dan memancing
permusuhan di kalangan masyarakat.
 Namun setelah diusir, ada saja
utusan baru yang dikirimkan dan mendekati masyarakat dengan strategi
yang berbeda. Hingga suatu ketika, salah seorang tokoh modernis yang
merasa ingin membuktikan kebenaran ajaran yang dipeluknya menantang
para ulama Bali untuk membuktikan ajaran siapa yang lebih benar
melalui perdebatan bukan dengan kekuatan massa tetapi dengan kekuatan
nalar. 
 Mendengar berita ini, KH Sayyid Ali Bafaqih yang terkenal
sangat tegas segera tampil menerima tantangan dari tokoh modernis itu.
Pada hari dan tempat yang telah ditentukan, kedua tokoh berseberangan
faham itu pun bertemu. Disaksikan oleh masyarakat luas adu argumen pun
segera dimulai. Sebagai bentuk penghormatan, tokoh modernis pun
dipersilahkan untuk terlebih dahulu membuka pembicaraan, memaparkan
ajarannya.
 Setelah mengucapkan salam dan hamdalah tokoh modernis
tersebut mulai berorasi dengan suara lantang. Tapi baru saja ia
berkata; "Rasulullah bersabda: "Man kana…" 
 "Behenti dulu… Berhenti
dulu!!" teriak Sayyid Ali Bafaqih memotong pembicaraan dengan suara
lebih lantang seraya mengangkat tangan kanannya. Tentu saja, semua
yang ada di tempat kejadian terheran-heran dan berbisik mengenai
tindakan Sayyid Ali tersebut. 
 Ketika merasa semua orang mulai
tenang, Sayyid Ali Bafaqih pun kemudian berkata: "Sebelum tuan
meneruskan sabda Rasulullah tersebut saya hendak bertanya, 'man' itu
huruf apa dan dalam gramatika Arab kedudukan sebagai apa?"
 Mendengar
pertanyaan yang tidak pernah disangkanya, tokoh modernis tersebut
lantas terdiam. Ia mencoba untuk mengelak namun Sayyid Ali tidak mau
meneruskan perdebatan sebelum mendapatkan jawaban. Karena sudah sangat
terpojok, sang tokoh modernis pun mengaku tidak mengetahui jawabannya.
Tapi ia berjanji akan memberikan jawaban di luar masalah huruf 'man'.
Setelah mendengar pengakuan rivalnya itu, Sayyid Ali langsung
berkata: "Jangan sekali-kali tuan berani mengartikan Al-Qur'an dan
Hadis Nabi jika tuan sendiri tidak memahami bahasa Arab dengan benar!"
Akhirnya, dalam perdebatan tersebut, Sayyid Ali berhasil memenangkan
perdebatan nya tanpa harus bersusah payah. Sementara rivalnya sendiri
tertunduk malu dan meninggalkan arena tanpa daya.(ifqi_em)

ARTIKEL-ARTIKEL TENTANG WALIMATUL 'URSY


Oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Islam telah memberikan
konsep yang jelas tentang tatacara perkawinan
berlandaskan Al-Qur'an
dan Sunnah yang Shahih(sesuai dengan pemahaman
para Salafus Shalih),
secara singkat penulis sebutkan dan jelaskan
seperlunya:

1. Khitbah
(Peminangan)
Seorang muslim yang akan mengawini seorang muslimah
hendaknya ia
meminang terlebih dahulu, karena dimungkinkan ia sedang
dipinang oleh
orang lain, dalam hal ini Islam melarang seorang muslim
meminang
wanita yang sedang dipinang oleh orang lain (Muttafaq
'alaihi).

Dalam khitbahdisunnahkan melihat wajah yang akan dipinang.
[Hadits
Shahih Riwayat Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi No. 1093 dan Darimi]

2. Aqad Nikah
Dalam aqad nikah ada beberapa syarat dankewajiban yang
harus dipenuhi:
a. Adanya suka sama suka dari kedua calon mempelai
b.
Adanya Ijab Qabul
c. Adanya Mahar
d. Adanya Wali
e. AdanyaSaksi-saksi
Dan menurut sunnah sebelum aqad nikah diadakan khutbah terlebih dahulu
yang dinamakan Khutbatun Nikah atau Khutbatul Hajat.

3. Walimah
Walimatul 'Urusy
Walimatul 'ursy hukumnya wajib dan diusahakan
sesederhana mungkin dan
dalam walimah hendaknya diundang orang-orang
miskin.
Rasulullahshallallahu 'alaihi wa sallam bersabda tentang
mengundang
orang-orang kaya saja berarti makanan itu sejelek-jelek
makanan.

Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, "Artinya : Makanan
paling
buruk adalah makanan dalam walimah yang hanya mengundang
orang-orang
kaya saja untuk makan, sedangkan orang-orang miskin tidak
diundang.
Barangsiapa yang tidak menghadiri undangan walimah, maka ia
durhaka
kepada Allah dan Rasul-Nya". [Hadits Shahih Riwayat Muslim
4:154 dan
Baihaqi 7:262 dari Abu Hurairah]

Sebagai catatan penting
hendaknya yang diundang itu orang-orang
shalih, baik kaya maupun
miskin, karena ada sabda Nabi shallallahu
'alaihi wa sallam, "Artinya
: Janganlah kamu bergaul melainkan dengan
orang-orang mukmin dan
jangan makan makanan mumelainkan orang-orang
yang taqwa". [Hadist
ShahihRiwayat Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim 4:128
dan Ahmad3:38 dari Abu
Sa'id Al-Khudri]

II. Sebagian Penyelewengan Yang Terjadi Dalam
Perkawinan
Oleh Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

1. Pacaran
Kebanyakan orang sebelum melangsungkan perkawinan biasanya
"Berpacaran" terlebih dahulu, hal ini biasanya dianggap sebagai masa
perkenalan individu, atau masa penjajakan atau dianggap sebagai
perwujudan rasa cinta kasih terhadap lawan jenisnya. Adanya anggapan
seperti ini, kemudian melahirkan konsesus bersama antar berbagai pihak
untuk menganggap masa berpacaran sebagai sesuatu yang lumrah danwajar-
wajar saja.

Anggapan seperti ini adalah anggapan yang salah dan
keliru. Dalam
berpacaran sudah pasti tidak bisa dihindarkan dari
berintim-intim dua
insan yang berlainan jenis, terjadi pandang
memandang dan terjadi
sentuh menyentuh, yang sudah jelas semuanya
haram hukumnya menurut
syari'at Islam.

Rasulullah shallallahu 'alaihi
wa sallam bersabda, "Artinya : Jangan
sekali-kali seorang laki-laki
bersendirian dengan seorang perempuan,
melainkan si perempuan itu
bersama mahramnya". [Hadits Shahih Riwayat
Ahmad, Bukhari dan Muslim]
Jadi dalam Islam tidak ada kesempatan untuk berpacaran dan berpacaran
hukumnya haram.

2. Tukar Cincin Dalam peminangan
Hal ini biasanya ada
tukar cincin sebagai tanda ikatan, hal ini bukan
dari ajaran Islam.
(Lihat Adabuz-Zafat, Nashiruddin Al-Bani)

3. Menuntut Mahar Yang
Tinggi
Menurut Islamsebaik-baik mahar adalah yang murah dan mudah,
tidakmempersulit atau mahal. Memang mahar itu hak wanita, tetapi Islam
menyarankan agar mempermudah dan melarang menuntut mahar yang tinggi.
Adapun cerita teguran seorang wanita terhadap Umar bin Khattab yang
membatasi mahar wanita, adalah cerita yang salah karena riwayat itu
sangat lemah. [Lihat Irwa'ul Ghalil 6, hal. 347-348]

1/26/2008

SERIBU MASJID SATU JUMLAHNYA

Oleh :
Emha Ainun Najib

Satu
Masjid itu dua macamnya
Satu ruh,
lainnya badan
Satu di atas tanah berdiri
Lainnya bersemayam di hati
Tak boleh hilang salah satunyaa
Kalau ruh ditindas, masjid hanya batu
Kalau badan tak didirikan, masjid hanya hantu
Masing-masing kepada
Tuhan tak bisa bertamu 
Dua
Masjid selalu dua macamnya
Satu terbuat
dari bata dan logam
Lainnya tak terperi
Karena sejati 
Tiga
Masjid
batu bata
Berdiri di mana-mana
Masjid sejati tak menentu tempat
tinggalnya
Timbul tenggelam antara ada dan tiada 
Mungkin di hati kita
Di dalam jiwa, di pusat sukma
Membisikkannama Allah ta'ala
Kita
diajari mengenali-Nya 
Di dalam masjid batu bata
Kita melangkah,
kemudian bersujud
Perlahan-lahan memasuki masjid sunyi jiwa
Beriktikaf, di jagat tanpa bentuk tanpa warna 
Empat
Sangat mahal
biaya masjid badan
Padahal temboknya berlumut karena hujan
Adapun
masjid ruh kita beli dengan ketakjuban
Tak bisa lapuk karena asma-Nya
kita zikirkan 
Masjid badan gmpang binasa
Matahari mengelupas warnanya
Ketika datang badai, beterbangan gentingnya
Oleh gempa ambruk
dindingnya
Masjid ruh mengabadi
Pisau tak sanggup menikamnya
Senapan
tak bisa membidiknya
Politik tak mampu memenjarakannya 
Lima
Masjid
ruh kita baw ke mana-mana
Ke sekolah, kantor, pasar dan tamasya
Kita
bawa naik sepeda, berjejal di bis kota
Tanpa seorang pun sanggup
mencopetnya 
Sebab tangan pencuri amatlah pendeknya
Sedang masjid ruh
di dada adalah cakrawala
Cengkeraman tangan para penguasa betapa
kerdilnya
Sebab majid ruh adalah semesta raya 
Jika kita berumah di
masjid ruh
Tak kuasa para musuh melihat kita
Jika kita terjun memasuki
genggaman-Nya
Mereka menembak hanya bayangan kita 
Enam
Masjid itu dua
macamnya
Masjid badan berdiri kaku
Tak bisa digenggam
Tak mungkin kita
bawa masuk kuburan 
Adapun justru masjid ruh yang mengangkat kita
Melampaui ujung waktu nun di sana
Terbang melintasi seribu alam seribu
semesta
Hinggap di keharibaan cinta-Nya 
Tujuh
Masjid itu dua macamnya
Orang yang hanya punya masjid pertama
Segera mati sebelum membusuk
dagingnya
Karena kiblatnya hanya batu berhala 
Tetapi mereka yang
sombong dengan masjid kedua
Berkeliaran sebagai ruh gentayangan
Tidak
memiliki tanah pijakan
Sehingga kakinya gagal berjalan 
Maka hanya
bagi orang yang waspada
Dua masjid menjadi satu jumlahnya
Syariat dan
hakikat
Menyatu dalam tarikat ke makrifat 
Delapan
Bahkan seribu
masjid, sjuta masjid
Niscaya hanya satu belaka jumlahnya
Sebab tujuh
samudera gerakan sejarah
Bergetar dalam satu ukhuwah islamiyah
Sesekali kita pertengkarkan soal bid'ah
Atau jumlah rakaat sebuah
shalat sunnah
Itu sekedar pertengkaran suami istri
Untuk memperoleh
kemesraan kembali 
Para pemimpin saling bercuriga
Kelompok satu
mengafirkan lainnya
Itu namanya belajar mendewasakan khilafah
Sambil
menggali penemuan model imamah 
Sembilan
Seribu masjid dibangun
Seribu
lainnya didirikan
Pesan Allah dijunjung di ubun-ubun
Tagihan masa
depan kita cicilkan 
Seribu orang mendirikan satu masjid badan
Ketika
peradaban menyerah kepada kebuntuan
Hadir engkau semua menyodorkan
kawruh 
Seribu masjid tumbuh dalam sejarah
Bergetar menyatu sejumlah
Allah
Digenggamnya dunia tidak dengan kekuasaan
Melainkan dengan
hikmah kepemimpinan 
Allah itu mustahil kalah
Sebab kehidupan
senantiasa lapar nubuwwah
Kepada berjuta Abu Jahl yang menghadang
langkah
Muadzin kita selalu mengumandangkan Hayya 'Alal Falah!

1987

1/25/2008

PERKAWINAN ADALAH FITRAH KEMANUSIAAN

Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Allah Ta'ala
cocok dengan fitrah ini, karena itu Allah Subhanahu wa Ta'ala menyuruh
manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi
penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas
fithrahnya. 

Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu
Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan gharizah
insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi
dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari
jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam. Firman
Allah Ta'ala. 

"Artinya : Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus
kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah
menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada
fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia
tidak mengetahui". (Ar-Ruum : 30). 



A. Islam Menganjurkan Nikah
Islam telah menjadikan ikatan perkawinan yang sah berdasarkan
Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi
tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina
keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan perkawinan
besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan
separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata : "Telah
bersabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam : 

"Artinya :
Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya.
Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang
separuhnya lagi". (Hadist Riwayat Thabrani dan Hakim). 



B. Islam
Tidak Menyukai Membujang 

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam
memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak
mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata : "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan
melarang kami membujang dengan larangan yang keras". Dan beliau
bersabda : 

"Artinya : Nikahilah perempuan yang banyak anak dan
penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan
para Nabi kelak di hari kiamat". (Hadits Riwayat Ahmad dan di
shahihkan oleh Ibnu Hibban). 

Pernah suatu ketika tiga orang shahabat
datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam
tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan,
masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang
berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang
lain berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin
selamanya .... Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu 'alaihi
wa sallam, beliau keluar seraya bersabda : 

"Artinya : Benarkah
kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah,
sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan
tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan
aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai
sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku". (Hadits Riwayat Bukhari
dan Muslim). 

Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau
menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Kata
Syaikh Hussain Muhammad Yusuf : "Hidup membujang adalah suatu
kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna
dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani
yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri
sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab". 

Orang yang
membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka
membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora, hingga kemurnian
semangat dan rohaninya menjadi keruh. Mereka selalu ada dalam
pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan mereka dapat
diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama
kelamaan akan melemahkan iman.

Kondisi Ekonomi dan Dosa


Oleh: Syamsuri Rifai

Di antara masalah ekonomi yang dapat
menjerumuskan manusia ke dalam
perbuatan dosa adalah:

1. Kekayaan dan
harta
2. Kefakiran dan kemiskinan

Harta dapat menjadi sarana yang
sangat efektif untuk ibadah dan
ketaatan kepada Allah, membantu
hamba-hamba-Nya yang membutuhkan, dan
perjuangan di jalan Allah swt.
Sebagaimana hal ini telah dicontohkan
oleh Sayyidah Khadijah (ra)
isteri tercinta Rasulullah saw, sahabat-
sahabat terdekatnya dan kaum
mukminin yang dermawan. Tapi juga
sebaliknya, harta dapat menjadi
penyebab yang ampuh untuk
menjerumuskan manusia ke lembah dosa dan
kehinaan. Harta juga dapat
melupakan manusia pada Tuhannya,
menggoncang hidupnya dan menzalimi
orang lain.

Banyak ayat Al-Qur'an
yang mengisahkan tentang malapetaka yang
disebabkan oleh dunia dan
harta, juga tentang keberkahan dan
kebahagiaan harta yang berada dalam
kendali oleh orang-orang mukmin
dan bertakwa.

Harta penyebab
kezaliman
Allah swt berfirman:
 "Sesungguhnya manusia benar-benar
melampaui batas, karena ia
memandang dirinya kaya." (Al-'Alaq 96: 6-7)

 "Jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan
pada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati
Allah), tetapi mereka melakukan kedurhakaan di negeri itu, maka sudah
sepantasnya berlaku terhadap mereka ketentuan Kami, kemudian Kami
hancurkan negeri itu sehancurnya." (17: 16)

 "Apakah mereka tidak
mengambil pelajaran betapa banyak generasi yang
telah Kami binasakan
sebelum mereka, padahal (generasi itu) telah Kami
teguhkan kedudukan
mereka di muka bumi, yaitu keteguhan yang belum
pernah Kami berikan
kepadamu, dan Kami curahkan hujan yang lebat atas
mereka dan Kami
jadikan sungai-sungai mengalir di bawahh mereka,
kemudian Kami
binasakan mereka karena dosa mereka sendiri, dan Kami
ciptakan sesudah
mereka generasi yang lain." (6: 6)

Harta sebagai ujian
Pengakuan Nabi
Sulaiman (as):
"Ini adalah sebagian dari karunia Tuhanku sebagai ujian
bagiku, apakah
aku bersyukur atau mengingkari (nikmat-Nya)."
(An-Naml/27: 40)

Kesombongan Qarun:
"Sesungguhnya aku diberi harta
itu karena ilmuku sendiri." (Al-Qashash/
28: 78). Ketika Nabi Musa
(as) meminta Qarun agar mengeluarkan zakat
hartanya sebagai perintah
Allah swt, Qarun menentangnya, maka Allah
swt murka padanya:

"Maka
Kami benamkan Qarun beserta rumahnya ke dalam bumi. Sehingga
tidak ada
satupun golongan yang dapat menolongnya dari azab Allah
selain-Nya,
dan ia bukan termasuk orang-orang yang memberi
pertolongan."
(Al-Qashash/28: 81)

Janji Allah: harta sebagai karunia dan keberkahan
Allah swt berfirman:
 "Sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa,
pasti Kami akan
melimpahkan kepada mereka keberkahan-keberkahan dari
langit dan bumi,
tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami
siksa mereka
karena perbuatan mereka." (Al-A'raf/7: 96)
"Sesungguhnya bagi kaum Saba' ada tanda (kekuasaan Allah) di kediaman
mereka ada dua kebon di sebelah kanan dan kiri. (dikatakan kepada
mereka) makan dan minumlah rizki dari Tuhanmu, dan bersyukurlah
kepada-
Nya. Negerimu adalah negeri yang baik dan Tuhanmu adalah Tuhan
yang
Maha Pengampun." (Saba'/34: 15)

Janji Allah bagi orang-orang
yang tertindas

 "Kami hendak memberikan karunia kepada orang-orang
yang tertindas di
muka bumi, dan hendak menjadikan dari mereka
pemimpin dan
menjadikannya pewaris bumi." (Al-Qashash/28: 5)
Kemiskinan dan dosa
Sebagaimana kekayaan, kefakiran dapat mengantarkan
manusia menjadi
orang yang tawadhu', rendah hati dan merendahkan diri
di hadapan Allah
Yang Maha Kaya. Juga sebaliknya, kemiskinan dapat
mengantarkan manusia
pada puncak dosa yaitu kekufuran, sebagaimana
yang dinyatakan oleh
Rasulullah saw dalam hadis yang masyhur:
"Kefakiran mendekatkan pada kekufuran."

Imam Ali bin Abi Thalib (sa):
"Kefakiran adalah kematian yang paling besar." (Nahjul Balaghah,
hikmah 163)

1/21/2008

Jalan Menuju Iman: Allah Tuhanku


"Kenapa Tuhanku Allah? bukan Sang Budha Gautama yang disembah oleh
orang Budha, atau Yesus Kristus tuhannya orang Kristen, atau Sang
Hyang Widi yang dijadikan Tuhan oleh para penganut Kepercayaan ataupun
Causa Prima,/Sang Maha Mutlak tuhannya sebagian para cendikiawan dan
sebagian para filosof, atau, kenapa pula aku tidak menjadi orang ateis
yang mengingkari adanya tuhan?" 

Sekiranya terbetik
pertanyaan-pertanyaan dalam diri kita berkenaan dengan perkara diatas,
hal itu merupakan sesuatu yang wajar dikarenakan itu adalah perkara
akidah. Pertanyaan di atas terkesan sederhana, namun apabila kita kaji
dan telusuri litelatur yang bertebaran di muka bumi ini, akan kita
temukan para filosof, kaum cerdik pandai hingga para ulama yang
ternyata energinya tersedot untuk mencoba menjawab pertanyaan diatas.
Adakah Tuhan? 
Untuk menjawab mengapa tuhan itu Allah SWT, kiranya
perlu dibuktikan terlebih dahulu benarkah tuhan itu ada?

Bukti bahwa
segala sesuatu mengharuskan adanya Pencipta yang menciptakannya,
sesungguhnya dapat diterangkan sebagai berikut: 

Bahwa segala sesuatu
yang dapat dijangkau oleh akal, terbagi dalam tiga unsur, yaitu;
manusia, alam semesta dan hidup (nyawa/biotik). Ketiga unsur ini
bersifat terbatas, lemah, serba kurang, serta saling membutuhkan
antara satu dengan lainnya.

Misalnya manusia. Manusia terbatas
sifatnya, karena ia tumbuh dan berkembang sampai pada batas tertentu
yang tidak dapat dilampuinya lagi. Karena itu, jelaslah bahwa manusia
bersifat terbatas. 

Begitu pula halnya dengan hidup (nyawa/biotik).
Juga bersifat terbatas. Sebab, penampakannya bersifat individual
semata. Bahkan, apa yang kita saksikan selalu menunjukkan bahwa hidup
ini berakhir pada satu individu itu saja. Dengan demikian, jelas bahwa
hidup itu bersifat terbatas. 

Alam semesta pun demikian, memiliki
sifat terbatas. Sebab, alam semesta merupakan himpunan dari
benda-benda angkasa, yang setiap bendanya memiliki keterbatasan.
Sedangkan himpunan segala sesuatu yang terbatas, tentu terbatas pula
sifatnya. Jadi, alam semestapun bersifat terbatas. Kini jelaslah bagi
kita bahwa manusia, hidup (nyawa/biotik) dan alam semesta, ketiganya
bersifat terbatas. 


Apabila kita melihat kepada segala sesuatu yang
bersifat terbatas, bisa kita simpulkan bahwa ia tidak "azali", tidak
berawal dan tidak ber­akhir. Sebab bila ia bersifat azali, tentu tidak
mempunyai keterbatasan. Dengan demikian jelaslah bahwa segala hal yang
terbatas pasti diciptakan oleh ''sesuatu yang lain''. ''Sesuatu yang
lain'' inilah yang disebut Al Khaliq. Dialah yang menciptakan manusia,
hidup dan alam semesta.

Siapakah Tuhan?
Manusia, hidup dan alam
semesta bersifat terbatas. Sesuatu bersifat terbatas pastilah ada yang
membuatnya. Sesuatu yang terbatas itu dinamakan dengan makhluk. Maka
Manusia, hidup dan alam semesta adalah makhluk. Lalu siapakah yang
menciptakan makhluk? Dia adalah sang Pencipta, Al Khalik.

Dalam
menentukan keberadaan Pencipta ini akan kita dapati tiga kemungkinan.

Pertama, Ia diciptakan oleh yang lain. 
Kedua, Ia mencip­takan
diriNya sendiri. 
Ketiga, Ia bersifat azali-tidak berawal dan
berakhir- dan wajibul wujud -wajib adanya. 

Kemungkinan pertama bahwa
Ia diciptakan oleh yang lain adalah kemungkinan yang bathil, tidak
dapat diterima oleh akal. Sebab, bila benar demikian, tentulah Ia
bersifat terbatas, ada yang menentukan awalnya. 

Begitu pula dengan
kemungkinan kedua, yang menyatakan bahwa Ia menciptakan diriNya
sendiri. Sebab, bila demikian berarti Dia sebagai makhluk dan Khaliq
pada saat yang bersamaan. Suatu hal yang jelas-jelas tidak dapat
diterima. 

Yang tepat Al Khaliq ini haruslah bersifat azali dan
wajibul wujud. Dan Islam menyebut Al Khalik ini dengan sebuah nama
khusus yaitu Allah SWT.

1/18/2008

MUI: Ahmadiyah Tetap Sesat

Aliran itu dinilai masih seperti yang dulu.

JAKARTA -- Jalan di
tempat. Begitulah penilaian Majelis Ulama Indonesia (MUI) tentang
hasil rapat Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan (Bakorpakem)
tentang Ahmadiyah. Pasalnya, rapat tersebut belum membuat keputusan
apa pun tentang status hukum Ahmadiyah. Alhasil, Ahmadiyah pun dinilai
masih seperti yang dulu.

Bagaimana dengan 12 butir penjelasan
Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesiah (PB JAI) yang dibacakan
dalam rapat Bakorpakem? ''Belum menunjukkan dan mencerminkan adanya
perubahan sikap dan keyakinan Ahmadiyah,'' demikian pernyataan MUI
yang diteken Ketua MUI, KH Ma'ruf Amin, dan Sekum MUI, HM Ichwan Sam.
MUI, kata Ma'ruf Amin, akan segera menyurati pemerintah soal keputusan
Bakorpakem itu. Ma'ruf Amin mengatakan ada tiga poin penting yang
membuat fatwa MUI --bahwa Ahmadiyah sesat dan menyesatkan-- tetap
berlaku. Pertama, sejak dulu Ahmadiyah meyakini Nabi Muhammad sebagai
nabi penutup. Tapi, mereka juga meyakini Mirza Ghulam Ahmad adalah
nabi yang tidak membawa syariat.

Kedua, soal pernyataan PB JAI bahwa
Mirza Ghulam Ahmad adalah guru, Ma'ruf mengatakan pernyataan serupa
sudah lama dilontarkan. Apalagi, tidak ada pernyataan bahwa Mirza
Ghulam Ahmad bukan nabi dan rasul. Ketiga, PB JAI menyatakan tidak ada
wahyu syariat sesudah Alquran. Tapi, memercayai adanya wahyu
nonsyariat.

''Artinya, Ahmadiyah masih tetap seperti dulu. Karena
itu, MUI sampai saat ini masih menganggap Ahmadiyah adalah aliran
sesat,'' kata Ma'ruf Amin saat menerima puluhan ulama dan tokoh ormas
Islam yang tergabung dalam Forum Umat Islam (FUI) di Kantor MUI Pusat,
Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (16/1).

Ulama dan tokoh ormas yang
tergabung dalam FUI yang kemarin datang adalah Mashadi (ketua FUI),
Munarman (ketua Forum Studi dan Kajian Umat An Nashr), Ustad Dja'far
(FPI), Ismail Yusanto (HTI). Unsur lainnya dari LPPI, BKSPPI, Perti,
PP Syarikat Islam, Persis, DDII, KAHMI, Mudzakaroh Ulama dan Habaib,
FBR, Al Irsyad Islamiyah, Assyafi'iyah, FUUI, dan SPMI.

Ketua MUI
lainnya, KH Cholil Ridwan, mengatakan bila pemerintah sampai
melegalkan Ahmadiyah, itu sama artinya pemerintah telah membiarkan
tanah suci Makkah dikotori. Sebab, tanah suci tersebut adalah tanah
haram. Artinya, tidak boleh dimasuki selain umat Islam. Dan Ahmadiyah,
menurut fatwa ulama dunia, bukan Islam.

Dalam pernyataannya, FUI
meminta pemerintah tidak bermain mata dengan Ahmadiyah untuk
mengelabui umat Islam. Karena, konspirasi tersebut dinilai FUI
menyakitkan dan bisa membuat umat marah. Umat Islamlah, menurut FUI,
yang paling perlu dilindungi dan dipelihara akidahnya dari gangguan,
termasuk dari Ahmadiyah.

''Bubarkan Ahmadiyah dan larang penyebaran
pahamnya,'' ujar Sekjen FUI, Muhammad Al Khaththath, yang membacakan
pernyataan FUI.

Kepada warga Ahmadiyah, FUI mengajak warga Ahmadiyah
kepada ajaran Islam yang benar atau al ruju' ila al haqq, yang sejalan
dengan Alquran dan hadis. Mereka diminta mendatangi MUI setempat dan
menyampaikan kesaksian tobat secara terbuka dan sungguh-sungguh
(taubatan nasuha).

Sebelumnya, Ketua Bakorpakem, Whisnu Subroto,
menyatakan JAI diberi waktu tiga bulan untuk membuktikan 12 butir
pernyataannya. Bila ternyata tak bersesuaian dengan kenyataan di
lapangan, Bakorpakem akan mempertimbangkan penyelesaian sesuai
ketentuan yang berlaku.

(osa )

1/15/2008

Menjelma Cinta

MENJELMA CINTA


Engkau panggil jiwa yang tenteram
Untuk kembali
kepada-Mu dengan rela
dan direlakan
Engkau berfirman bergabunglah
ke
penyembahan kepada-Ku
Engkau berfirman masuklah ke surga-Ku
Yang tidak
tenteram tidak Kau panggil
Karena yang tak tenteram tak bisa kembali
Yang tak tenteram hanya bisa menjauh pergi
Yang tak tenteram tak
sanggup rela
Dan mustahil Engkau relakan
Yang tak tenteram
kuda-kudanya goyah
untuk menyembah
Yang tak tenteram mata jiwanya buta
langkahnya kandas sebelum surga

Jiwa tenteram ya Allah
Jiwa
muthmainnah
Tuntunlah hidup hamba berbenah
Karena di alam hidup
jahiliyah
Tak diajarkan kepada hamba jiwa muthma'innah
melainkan hanya
kepasrahan yang salah
para ulama menyuruh hamba jadi prajurit
kalau
salah langkah berbunyilah peluit
Ya Allah Kekasih
Kalau agama hanya
berwajah fiqih
kepatuhan hamba terasa perih
Yang hamba peluk adalah
cinta pengabdian
hanya dengan itu bisa rela dan direlakan
hamba
sembahyang tidak untuk menaati mereka
Tenteram sujud hamba semata
karena kepada-Mu
seluruh diri hamba menjelma cinta

(Emha Ainun
Najib/PmBNet Dok)
**********************************************************
<-> Dan
janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan
tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya
itu
akan diminta pertanggungan jawabannya.

Sekjen Hizbullah : "Suatu Kehormatan Menjadi Musuh Setan Besar"

Hizbullah mengeluarkan respon keras atas tudingan AS bahwa Iran telah
membantu persenjataan kelompok Hizbullah di Libanon. Sekretaris
Jenderal Hizbullah, Syed Hassan Nasrullah dengan tegas mengatakan
bahwa dia justru merasa bangga telah menjadi musuh "Setan Besar" alias
musuh Amerika Serikat.

Dalam pernyataan hari Minggu (13/1) malam,
Nasrullah mengatakan dia
tidak takut dengan ancaman AS dan tidak akan
sembunyi. "Saya tidak
akan sembunyi. Saya merasa bangga ketika Bush
bicara tentang Hizbullah
dan gerakan-gerakan perlawanan terhadap AS,
karena ketika Firaun dan
Setan Besar menuding kami dan memandang kami
sebagai musuh mereka, ini
merupakan kehormatan bagi kami, " tandas
Nasrullah.

Dalam rangkaian kunjungannya ke Timur Tengah, Presiden AS
George W.
Bush saat berpidato di Uni Emirat Arab melontarkan
kecamannya terhadap
Iran dan Hizbullah. Bush mengatakan bahwa Iran
adalah negara terdepan
di dunia dalam mensponsori aktivitas teror.
Bush juga menuding Iran
telah memberikan bantuan ratusan juta dollar
untuk para ekstrimis di
seluruh dunia, salah satunya untuk kelompok
Hizbullah.

Hassan Nasrullah mengatakan, Bush gagal meyakinkan dunia
tentang
tuduhannya terhadap aktivitas nuklir Iran dan sedang mencari
cara lain
untuk "menghancurkan" Iran yaitu dengan melontarkan tudingan
bahwa
Negara Republik Islam Iran berada di balik kelompok-kelompok
terorisme
di Libanon, Palestina, Irak dan Afghanistan.

"Di mana ada
perlawanan, Iran selalu dituding telah membantu gerakan
perlawan itu,
dan gerakan perlawanan ini dimata Bush adalah para
teroris. Padahal
dia-lah (Bush) yang mendukung terorisme, melakukan
pembunuhan dan
mengobarkan peperangan, " tandas Nasrullah.

Ia menambahkan, buat AS,
"Ketika sebuah negara seperti Iran atau
Suriah membantu
gerakan-gerakan perlawanan yang membela anak-anak,
kaum perempuan,
rumah-rumah, tanah dan tempat-tempat suci dari
cengkeraman Zionis
Israel, maka negara itu dilihatnya sebagai negara
teroris yang
mendukung terorisme. "

Iran: Bush Tak Paham Politik
Seperti biasanya,
Iran tenang-tenang saja mendengar pernyataan-
pernyataan Bush tentang
Negara Para Mullah itu. Menlu Iran Manouchehr
Mottaki menilai Bush
tidak paham politik Timur Tengah, terutama
politik di Libanon.
"Mereka (AS) tidak punya gambaran yang nyata berdasarkan realita-
realita yang terjadi di kawasan ini. Mereka terus saja mengambi
kebijakan-kebijakan sepihak terhadap bangsa-bangsa di wilayah ini,
dengan cara menciptakan ketegangan di kalangan negara-negara di Timur
Tengah dan menerapkan pendekatan yang juga sepihak pada Libanon, "
kritik Motakki.

Ia mencontohkan, setelah konferensi Annapolis, AS
tetap mendiamkan
tindakan rejim Zionis Israel yang terus menerus
menyerang rakyat
Palestina, khususnya di Jalur Ghaza.

Dalam
rangkaiannya ke sejumlah negara Timur Tengah, sangat jelas misi
Bush
untuk menggalang kebencian negara-negara Timur Tengah terhadap
Iran.
Namun, seruan Bush agar negara-negara Timur Tengah beramai-ramai
melawan Iran, tidak mendapat sambutan dan ditanggapi dingin-dingin
saja. Misi Bush pun gagal? (ln/presstv/aljz/eramuslim)

Mashadi: Pembela Aliran Sesat Lebih Bahaya Dari Aliran Sesat

Swaramuslim.net

Tabligh Akbar di Masjid al-Azhar : Non-Muslim Diminta
tak Campuri
Islam


Mashadi: Pembela Aliran Sesat Lebih Bahaya Dari
Aliran Sesat

Mereka menghancurkan prinsip-prinsip dasar Islam, yakni
kebenaran akan
tauhid kepada Allah, dengan dalih pluralisme agama
Para pembela aliran sesat lebih berbahaya dibanding aliran sesat itu
sendiri. Demikian pernyaan yang disampaikan Ketua Forum Umat Islam
(FUI), Mashadi. "Para pembela aliran sesat lebih berbahaya dari aliran
sesat itu sendiri." Mashadi menyampaikan ini di sela acara tabligh
akbar yang berlangsung di Masjid Agung al-Azhar, Kebayoran Baru,
Jakarta, (10/1 ) siang kemarin.

Mashadi melanjutkan, para aktivis
liberal dan Kristen yang berdiri di
belakang aliran sesat Ahmadiyah
sedang berusaha menghancurkan prinsip-
prinsip dasar Islam. Mereka
berkoar-koar meneriakkan prinsip
plurarisme agama, hingga mengatakan
tidak adanya kebenaran mutlak.
Jadi menurut mereka umat Islam tidak
berhak mengaku paling benar.

Mashadi melanjutkan, adanya kelompok
minoritas yang mendukung aliran
sesat Ahmadiyah dikarenakan
kepentingan yang sama di antara mereka.
"Mereka ingin tetap eksis.
Mereka takut jika Ahmadiyah dibubarkan akan
berimplikasi terhadap
(eksistensi) mereka," kata Mashadi.

Dia juga mengatakan, Ahmadiyah
adalah aliran sempalan yang dibentuk
oleh pemerintah Inggris untuk
melemahkan semangat jihad Muslim India.
Dengan adanya aliran-aliran
sesat seperti ini, maka umat Islam akan
terpecah belah hingga
menimbulkan ketergantungan kepada penjajah.

Jangan Takut Penjara
Sementara itu, Munarman, Ketua Tim Advokasi FUI, mengatakan, para
aktivis HAM pembela aliran sesat tidak bisa dipercaya secara akhlak
maupun akidah. Dia mensinyalir sejumlah nama, seperti pengacara senior
yang juga sesepuh YLBHI, Adnan Buyung Nasution.

Munarman juga
mengajak umat Islam untuk mengawasi keputusan Kejaksaan
tentang
Ahmadiyah tanggal 15 Januari nanti. Dia mengajak umat untuk
melakukan
aksi jika keputusan Kejaksaan Agung nanti tidak menyalahkan
dan
melarang Ahmadiyah.

"Jangan takut dipenjara," sahut Munarman yang
disambut takbir para
jamaah yang memenuhi Masjid Agung al-Azhar.
Turut berbicara dalam acara yang bertema "Hijrah menuju Indonesia yang
lebih Baik" itu antara lain; Ahmad Sumargono, Amin Djamaluddin (LPPI),
Jafar Shodiq (FPI), Zahir Khan (DDII), serta sejumlah perwakilan
ormas-
ormas Islam lainnya. [Surya/www.hidayatullah.com]

1/12/2008

Berbahagialah Orang-orang ‘Aneh’

Ketika ada seorang muslimah yang mengenakan jilbab dengan baik dan
benar,
sesuai tuntunan syariat Islam, banyak orang merasa heran.
Bahkan ada
sebagian besar yang menganggapnya aneh. Sebab, di tengah
maraknya busana
wanita yang mengeksploitasi keindahan tubuh wanita,
muslimah yang mengenakan
jilbab dengan sempurna tentunya adalah
fenomena keanehan. Sebuah
keterasingan.

Bahkan seringkali pemakai
busana muslimah ini (kerudung lengkap dengan
jilbabnya), dianggap kuno
dan nggak nyetel dengan perkembangan jaman (walah,
kalo ukuran modern
adalah irit kain dalam berbusana, orang-orang Suku Asmat
lebih modern
dong, karena mereka cuma pake koteka doang?). Bagi muslimah
yang
termakan propaganda seperti ini, akhirnya mencoba berbaur dengan
budaya
yang ada. Pengen tetep mengenakan busana muslimah, tapi juga
modis dan nggak
mau dianggap aneh, maka maraklah pengguna busana
muslimah yang nggak ngikut
aturan Islam. Misalnya, pake kerudung
doang, sementara tubuhnya nggak
ditutupi jilbab, tapi malah mengenakan
pakaian ketat baik baju maupun celana
panjang. Ciloko!

Begitu pula
ketika seorang Muslim yang mempertahankan keislamannya di tengah
berserakannya ide sekularisme dijual di pasar bebas kehidupan, kerap
disindir: "Jangan sok suci!" "Jangan sok alim!", begitu kira-kira
umpatan
banyak orang kepadanya ketika ia tidak mau berbuat maksiat. Ia
tetap tegar
dengan keyakinannya meski harus menelan cemoohan dan
sindiran dari pihak
yang benci Islam. Ya, ternyata berpegang teguh
kepada ajaran Islam dalam
kondisi seperti saat ini, di tengah
kehidupan sekularisme, menjadi sangat
terasing dan dianggap aneh.
Sobat muda muslim, sebenarnya siapa pun boleh mengklaim dirinya paling
benar. Tapi masalahnya, pasti kita bakalan bingung menentukan siapa
yang
benar dan paling benar kalo nggak ada batasan dan ukurannya. Iya
nggak? Nah,
sebagai muslim tentu aja standar kebenaran itu hanyalah
Islam. Bukan yang
lain. *So*, semua hal wajib disesuaikan dengan
ajaran Islam. Baik-buruknya,
terpuji-tercelanya, dan halal-haramnya
harus pake aturan Islam. Sebab, Islam
adalah cara hidup kita.

Oya,
nggak perlu khawatir dianggap aneh, selama yang kita pegang adalah
kebenaran Islam. Tak perlu minder apalagi patah semangat, selama yang
kita
yakini adalah Islam. Justru menjadi orang-orang yang dianggap
aneh atau
terasing dalam komunitas yang menurut ajaran Islam justru
dianggap komunitas
yang aneh adalah sebuah kenikmatan tersendiri.
Bahkan Rasulullah saw. memuji
orang-orang yang terasing dalam
kehidupan yang rusak. Rasulullah saw.
bersabda: *"Islam bermula dalam
keadaan asing. Dan ia akan kembali menjadi
sesuatu yang asing. Maka
beruntunglah orang-orang yang terasing itu."* *(HR
Muslim no. 145)*
Dalam hadis lain, Rasulullah saw. memberikan kabar gembira kepada kaum
Muslimin yang senantisa bersabar dalam menghadapi godaan dan rayuan
kehidupan yang akan memalingkan dirinya dari Islam. Sabda beliau:
*"Sesungguhnya
di belakang kalian ada hari-hari yang memerlukan
kesabaran. Kesabaran pada
masa-masa itu bagaikan memegang bara api.
Bagi orang yang mengerjakan suatu
amalan pada saat itu akan
mendapatkan pahala lima puluh orang yang
mengerjakan semisal amalan
itu. Ada yang berkata,'Hai Rasululah, apakah itu
pahala lima puluh di
antara mereka?" Rasululah saw. menjawab,"Bahkan lima
puluh orang di
antara kalian (para shahabat)." * *(HR Abu Dawud, dengan
sanad hasan)*

Subhanallah. Rasulullah saw. memberikan penghargaan yang luar biasa
kepada
kita yang bisa bertahan dalam kondisi yang rusak ini.

1/09/2008

Selamat Tahun Baru 1429H


ASSALAMU'ALAIKUM

 

 
 

Selamat tahun baru 1429 H


 



Semoga tahun baru
ini membawa berkah pada diri kita dan umat Islam semua. 


MUHARRAM
adalah bulan pertama dalam kalender Islam (Hijrah). Sebelum Rasulullah
berhijrah dari Makkah ke Yathrib, kiraan bulan dibuat mengikut tahun
Masehi. Hijrah Rasulullah memberi kesan besar kepada Islam sama ada
dari sudut dakwah Rasulullah, ukhuwwah dan syiar Islam itu sendiri.
Pada asasnya, Muharram membawa maksud 'diharamkan' atau 'dipantang',
iaitu Allah SWT melarang melakukan peperangan atau pertumpahan darah.
Namun demikian larangan ini ditamatkan setelah pembukaan Makkah (Al
Baqarah: 91). Sejak pemansuhan itu, umat Islam boleh melaksanakan
tugas dan ibadat harian tanpa terikat lagi dengan larangan berkenaan.
Peristiwa-peristiwa penting: 

 a.. 1 Muharam - Khalifah Umar
Al-Khattab mulai membuat penetapan kiraan bulan dalam Hijrah. 
 b..
10 Muharam - Dinamakan juga hari 'Asyura'. Pada hari itu banyak
terjadi peristiwa penting yang mencerminkan kegemilangan bagi
perjuangan yang gigih dan tabah bagi menegakkan keadilah dan
kebenaran.

Pada 10 Muharam juga telah berlaku: 
1. Nabi Adam
bertaubat kepada Allah. 
2. Nabi Idris diangkat oleh Allah ke
langit. 
3. Nabi Nuh diselamatkan Allah keluar dari perahunya
sesudah bumi ditenggelamkan selama enam bulan. 
4. Nabi Ibrahim
diselamatkan Allah dari pembakaran Raja Namrud. 
5. Allah
menurunkan kitab Taurat kepada Nabi Musa. 
6. Nabi Yusuf
dibebaskan dari penjara. 
7. Penglihatan Nabi Yaakob yang kabur
dipulihkkan Allah. 
8. Nabi Ayub dipulihkan Allah dari penyakit
kulit yang dideritainya. 
9. Nabi Yunus selamat keluar dari
perut ikan paus setelah berada di dalamnya selama 40 hari 40 malam.
10. Laut Merah terbelah dua untuk menyelamatkan Nabi Musa dan
pengikutnya dari tentera Firaun. 
11. Kesalahan Nabi Daud
diampuni Allah. 
12. Nabi Sulaiman dikurniakan Allah kerajaan
yang besar. 
13. Hari pertama Allah menciptakan alam. 
14.
Hari Pertama Allah menurunkan rahmat. 
15. Hari pertama Allah
menurunkan hujan. 
16. Allah menjadikan 'Arasy. 
17.
Allah menjadikan Luh Mahfuz. 
18. Allah menjadikan alam. 
19.
Allah menjadikan Malaikat Jibril. 
20. Nabi Isa diangkat
ke langit. 


wassalamu'alaikum...
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--~----------~----~----~----~------~----~------~--~--

Kebebasan Bukan Merusak Agama


Kaum pendeta aksi-dukung ajaran Ahmadiyah yang menodai Islam.
JAKARTA -- Dengan dalih kebebasan beragama, seseorang atau kelompok
tidak boleh membuat suatu ajaran yang menyinggung atau merusak
keyakinan agama lain. Hal ini ditegaskan oleh anggota Komisi Nasional
Hak Asasi manusia (Komnas HAM), Saharudin Daming, kepada Republika,
tadi malam.

Pembelaan Komnas HAM selama ini kepada Ahmadiyah, lanjut
Saharudin, atas dasar perlindungan dari tindak kekerasan bukan atas
dasar kebebasan beragama. ''Soal kebebasan beragama, seseorang bebas
memilih namun tidak bebas menyimpang apalagi merusak suatu agama,''
tuturnya. 

Diingatkan pula, aturan HAM tidak sepenuhnya bisa
diterapkan mengingat ada sifat HAM yang harus menyesuaikan diri dengan
kultur dan nilai yang berlaku di suatu negara (paternalistik relatif).
Jadi, bagi orang atau kelompok yang melarang majelis Ulama Indonesia
(MUI) mengeluarkan fatwa sesat bagi Ahmadiyah, pun dianggap Saharudin
justru yang melanggar HAM. ''Menurut saya, langkah MUI dengan
mengeluarkan fatwa itu justru untuk menegakkan HAM,'' tegas Saharudin.


Forum Umat Islam (FUI) juga menegaskan, konstitusi menjamin
kebebasan beragama bukan perusakan agama. Karenanya, negara wajib
melindungi umat Islam dari perusakan dan penodaan agama Islam oleh
siapapun termasuk yang dilakukan Ahmadiyah. ''Ajaran Ahmadiyah pun
jika dibiarkan, bisa menimbulkan konflik horizontal,'' kata Sekretaris
Jenderal FUI, M Al Khaththath.

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul
Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi, memandang, pemerintah tidak tegas
menggunakan kewenangan dan kekuatannya untuk membendung pengaruh
gerakan Ahmadiyah di sejumlah daerah. ''Tidak akan ada konflik
horizontal asalkan pemerintah menerapkan keputusannya. Kalau cuma
bilang saja, ya ribut,'' katanya.

Rapat Bakorpakem
Rapat penentuan
nasib ajaran Ahmadiyah oleh Badan Koordinasi Pengawas Aliran dan
Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem), akan digelar hari ini (8/1), di
Gedung Kejaksaan Agung, Jakarta. Agenda ini diungkapkan Ketua
Bakorpakem, Whisnu Subroto, kepada Republika.

Pada Jumat (28/12)
lalu, MUI kembali menyerahkan lampiran fatwa sesat Ahmadiyah kepada
Kejakgung. Fatwa tersebut diperkuat barang bukti kesesatan ajaran yang
disebarkan oleh nabi mereka, Mirza Ghulam Ahmad, asal India, yang
disebut-sebut sebagai boneka Inggris saat menjajah India. Lampiran
barang bukti itu antara lain keputusan ulama sedunia yang menyatakan
Ahmadiyah bukan bagian dari Islam dan hasil pembedahan kitab suci umat
Ahmadiyah, yaitu Tadzkirah.

Menjelang rapat Bakorpakem tersebut,
kemarin terjadi aksi sejumlah orang ke Gedung Kejaksaan Agung
(Kejakgung) di Jalan Sultan Hasanuddin, Jakarta. Mereka
mengatasnamakan Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan
Berkeyakinan (AKBB) yang mendukung eksistensi Ahmadiyah dan mengecam
fatwa sesat dari MUI.

Dalam demo tersebut, terlihat yang menggunakan
seragam pendeta, pastor, hingga biarawati. Jauh hari sebelumnya, kaum
Nasrani yang marak dengan kasus pemurtadan umat Islam di Indonesia,
itu memang lantang mendukung Ahamdiyah. Ikut dalam barisan mereka,
Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Jaringan Islam Liberal (JIL), dan
Yayasan Anand Asram. Sementara di Bandung, Jawa Barat, Aliansi Umat
Islam (Alumni) yang terdiri dari 47 ormas, OKP, dan partai Islam,
mengultimatum pemerintah untuk segera melarang Ahmadiyah di Indonesia
paling lambat Kamis (10/1) atau bertepatan dengan Tahun Baru Islam
1429 Hijriyah. Mereka pun siap megambil langkah hukum.

Ahmadiyah baik
Qadiyani maupun Lahore diangap mereka sebagai gerakan sesat yang
mengatasnamakan Islam. ''Pemerintah harus tegas melarang ajaran ini,
seperti terhadap ajaran sesat lainnya, sehingga tidak ada
benturan-benturan di masa mendatang,'' tandas Achmad Kusnadi, aktivis
Alumni.

1/07/2008

Cerita Tentang Bennet


Cerita Tentang Bennet
Sumber :
http://swaramuslim.com/more.php?id=5366_0_1_0_M

James Gordon Bennet
tak pernah takluk melawan dominasi Yahudi. Surat
kabarnya, New York
Herald bertahan dari tekanan dan isolasi komunitas
Yahudi, meski
akhirnya setelah bertahan 90 tahun, surat kabar independen itu
mati
pada 1920. Tapi, Bennet tetap dikenal sebagai pemimpin surat kabar
yang
independen, terutama terhadap pengaruh dan tekanan Yahudi.
Cerita pergulatan Bennet ini ditulis Henry Ford, pendiri perusahaan
mobil
Ford, yang paham betul bagaimana jaringan Yahudi internasional
menguasai
Amerika Serikat. Dalam bukunya The International Jew, yang
telah
diterjemahkan dalam 16 bahasa, termasuk Indonesia yang
diterbitkan Hikmah
(kelompok Mizan), Ford membongkar gerakan Yahudi
untuk menguasai Amerika
Serikat, sejak kedatangan mereka pada 1492.
Ford yang meninggal pada April
1947 bahkan menyimpulkan bahwa ancaman
sesungguhnya bagi Amerika Serikat
adalah orang-orang Yahudi
terpelajar.

Buku The International Jew ini diterbitkan pada 1977.
Sempat menjadi buku
terlaris, terjual lebih dari 10 juta copy, namun
tekanan yang sangat kuat
dari komunitas Yahudi, membuat Ford
menghentikan peredaran buku ini. Apalagi
kalangan Yahudi memborong
buku ini, membakarnya, merazia toko-toko buku, dan
bahkan mencurinya
di perpustakaan untuk dimusnahkan.

Dari berbagai fakta tentang
gerakan Yahudi menguasai Amerika Serikat,
termasuk menguasai politik
dan ekonomi, Ford juga menulis tentang cara-cara
Yahudi menguasai
dunia pers. The New York Herald, surat kabar terbesar saat
itu,
menjadi korban konspirasi itu. Bennet, pemilik Herald, berjuang untuk
tetap independen, terutama dari pengaruh Yahudi. Pada masa itu,
kalangan
Yahudi akan mendatangi editor koran-koran untuk meredam
berita-berita
negatif tentang Yahudi. Namun, mereka tak berdaya
berhadapan dengan Bennet.

Gagal merayu Bennet, pemasang iklan
--mayoritas perusahaan-perusahaan yang
dimiliki Yahudi-- mengancam
untuk tidak lagi memasang iklan di Herald
apabila koran ini tidak
bersahabat dengan Yahudi. Bennet tak peduli, meski
halaman korannya
tanpa iklan. Bahkan, surat ancaman itu, dimuat Bennet di
korannya.
Bennet bahkan menyerang calon wali kota New York yang didukung
Yahudi.
Perang pun terjadi. Dalam menguasai media, kalangan Yahudi, menurut
Ford, menggunakan cara-cara sesuai karakter mereka: dominasi atau
hancurkan!

Setahun setelah meninggal, 1920, The New York Herald
menemui ajalnya setelah
Frank A Musey, pemilik baru koran itu,
mengganti The New York Herald menjadi
New York Sun. Tamatlah riwayat
koran yang tak hendak didikte Yahudi ini.
Ford menggambarkan, The New
York Herald adalah benteng pertahanan terakhir
New York terhadap
serbuan Yahudi, yang semakin hari menguasai Amerika
Serikat.

Situasi
Amerika Serikat saat ini, dalam genggaman kekuasaan jaringan
internasional Yahudi --mereka tidak hanya menguasai politik, ekonomi,
tapi
juga pers, film, dan gaya hidup merusak dengan menyingkirkan
nilai-nilai
agama-- tidak akan berubah sampai orang-orang Amerika
sadar dari tidur
panjangnya dan mata mereka memandang bahaya dari
perampas oriental, Yahudi.
Ford sangat sadar, tapi jaringan
internasional Yahudi tidak saja membuat
orang-orang Amerika lelap dari
tidur panjangnya, tapi kita pun di sini
terpesona dan kemudian
terlelap. (RioL)

( Asro Kamal Rokan )

Suporter Bola Israel, Hina Rasulullah Saw

Sedikit yang tahu, trend baru supporter sepak bola Israel yang
ternyata marak dengan penghinaan terhadap Rasulullah saw. Masalah ini
menuai protes anggota parlemen Knesset Israel asal Palestina, Naeb
Ibrahim Abdullah.
Eramuslim.com

Suporter Bola Israel, Hina Rasulullah
Saw

Yel-yel penghinaan terhadap Rasulullah saw itu terjadi dalam Liga
Sepak Bola Israel di Jerussalem. Menurut Naeb Ibrahim, protes keras
sekaligus tuntutan terhadap para pelaku yang menyakiti keyakinan umat
Islam itu pernah pula dilontarkan oleh Pemimpin Harakah Islamiyah di
Palestina.

Naeb Ibrahim meminta agar ada undang-undang yang bisa
menjerat hukum
para pelaku yang menghina simbol-simbol agama.
Undang-undang yang
diusulkan berlaku kepada siapa saja, dan melarang
siapa saja mencaci
dan menghina simbol agama maupun keyakinan beragama
dalam bentuk
apapun.

"Usul ini bukan saja berlaku bagi yang menghina
Rasulullah saw, tapi
juga kepada siapapun yang menghina para nabi,
tanpa terkecuali, "
jelasnya.

Naeb Ibrahim menambahkan, "Ide
mengajukan undang-undang ini sudah lama
saya pikirkan. Khususnya,
setelah saya melihat berulangkali dan
semakin maraknya yel-yel
supporter sepak bola Israel yang mendukung
tim sepak bola Bethar di
Jerussalem, menghina Rasulullah saw saat
berhadapan dengan tim sepak
bola Palestina Muslim. Pelecehan seperti
itu tidak mungkn didiamkan
dan pasti bertolak belakang dengan petunjuk
agama apapun, dan tata
sosial di manapun. " (na-str/albwb)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~---

1/06/2008

Tenosyvitis Akibat Sering SMS

NEW ZEALAND - Seorang pelajar di New Zealand menjadi orang pertama di
negara tersebut yang mengidap Tenosyvitis, radang pada jari akibat
terlalu sering ber-sms.

Fleur de Vere Beavis telah terjangkit
Tenosyvitis sejak beberapa hari
lalu. Penyakit ini timbul menyerang
jempolnya, yang biasa ia gunakan
untuk mengirimkan pesan teks. Ia
mengaku dalam sehari dirinya bisa
menulis dan mengirim lebih dari 100
sms perhari.

"Rasa sakit itu meradang tidak hanya di bagian jempol
tapi juga
meliputi pergelangan tangan pasien. Bahkan jaringan otot di
wilayah
tersebut dirasanya seperti terkilir," ujar pihak rumah sakit
di New
Zealand, seperti dikutip Cellular News melalui IOL, Rabu
(26/12/2007).

Beavis hanyalah satu di antara tiga orang di dunia yang
terkena radang
jempol ini. Dua orang lainnya, masing-masing berasal
dari negara yang
berbeda. Satu orang berasal dari Singapura dan
seorang lagi dari
Australia.

Penderita Tenosyvitis diprediksi akan
meningkat seiring dengan
penggunaan sms yang semakin marak. (srn)
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-
-~----------~----~----~----~------~----~------~--~--

Amalan Praktis untuk Mencapai Hajat


Oleh: Syamsuri Rifai

Amalan dan doa berikut ini saya kutip dari
kitab Mujarrabat Imamiyah,
kitab yang berisi kumpulan amalan dan
doa-doa yang bersumber dari
Rasulullah saw dan keluarganya, dan telah
dibuktikan kemujarrabannya.

Imam Ali bin Abi Thalib (sa): "Jika kamu
ingin mencapai hajat, maka
raihlah hajat itu di pagi hari, hari Kamis,
dan ketika hendak keluar
dari rumah bacalah: Akhir surat Ali-Imran,
ayat Kursi, surat Al-Qadr,
dan surat Al-Fatihah."
Amalan ini
ditujukan untuk mencapai hajat-hajat dunia dan akhirat.
Yang dimaksud
akhir surat Ali-Imran adalah ayat ke 26-27.

Informasi tentang Amalan
praktis dan doa-doa pilihan keseharian,
kunjungi:
http://shalatdoa.blogspot.com
Amalan praktis dan doa-doa pilihan serta
eBook doa-doa pilihan,
kunjungi:
http://groups.google.com/group/keluarga-bahagia
http://groups.yahoo.com/group/Shalat-Doa
--~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~
-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=--=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=-=--=-

1/04/2008

Virus berbahaya


Dikirim oleh:
m_pulsa@yahoo. com

<SEMOGA MASIH BELUM TERLAMBAT>
Dalam beberapa hari kedepan, mohon WASAPADA jangan membuka pesan
apapun dengan attac hed file "invitation" tidak dikenali siapa
pengirimnya, tetapi itu adalah virus yang akao "membakar" semua isi
hard disk komputer anda!!
Jika anda menerima langsung matikan. Micro
soft telah mengumumkan
bahwa ini adalah virus yang paling berbahaya.
Virus ini ditemukan
Mcfee kemaren dan belum ditemukan cara untuk
membasmi virus ini. Virus
ini akan menyerang "zero sector" yang
menyimpan informasi penting di
hard disk komputer. Bisa-bisa komputer
sering blue screen atau
lama-lama bad sector.
{mohon disebar luaskan
untuk antisipasi kita bersama}

Makna Agama



Manusia oleh Allah SWT dilahirkan dengan insting atau naluri untuk
beribadah; mensucikan kepada 'sesuatu'. Baik itu manusia yang terlahir
di zaman Nabi Adam, zaman pertengahan maupun yang terlahir di akhir
zaman kelak. Apakah ia orang Timur maupun Barat,berjenis laki-laki
atau perempuan, orang kaya atau miskin, sudah tua maupun masih muda,
pastilah ada keinginan untuk mentasbihkan 'sesuatu'. Insting atau
naluri untuk beribadah atau mensucikan dirinya atau merendahkan diri
kepada 'sesuatu' itu Dienamakan dengan gharizatun tadayun. Sedangkan
yang dimaksud dengan 'sesuatu' itu adalah pencipta manusia, tuhan.
Representasi dari adanya gharizatun tadayun dalam diri setiap manusia
ini, manusia selanjutnya akan beragama, meskipun tidak setiap manusia
memeluk suatu agama. Adanya orang memeluk agama Hindu, Budha, Kristen,
Islam serta aliran-aliran kepercayaan merupakan bukti dari adanya
gharizatun tadayun pada diri manusia ini. Begitupun dengan Ateis yang
menolak untuk memeluk suatu agama, mereka beragama dengan mendudukan
akal sebagai tuhannya.

Agama, Religi dan Dien

Agama, Religi atau
Dien (Pada umumnya) adalah satu sistema credo ( tata keimanan atau
tata keyakinan) atas adanya sesuatu yang mutlak di luar manusia kepada
yang dianggapnya Yang Mutlak itu, serta sistema norma (tata-kaidah)
yang mengatur hubungan manusia dengan sesama manusia dan hubungan
manusia dengan alam lainnya, sesuai dan sejalan dengan tata keimanan
dan tata peribadatan tersebut.(Wawasan islam, hal 11)

Agama, Religi
dan Dien masing-masing mempunyai arti etimologis sendiri-sendiri,
masing-masing mempunyai riwayat dan sejarahnya sendiri-sendiri. Akan
tetapi dalam arti teknis terminologis ketiga istilah itu mempunyai
inti makna yang sama.

Dalam Al Qur'an Surat Al Kaafirun ayat 6 Allah
swt berfirman :

"Lakum Dienukum waliya-Dieni", "Bagi kamu Dien kamu
dan bagiku Dien Ku"

Ayat di atas menginformasikan bahwa selain ada
Dien al-islam, di zaman nabi pun ada Dien yang lain. Di ayat lain kita
juga bisa menemukan Dien ini bisa juga disetarakan dengan agama, yaitu
dalam Al Qur'an Surat as-Shaf ayat 9 :

Huwa 'ladzi arsala Rasulahu
bil Huda wa Dienil Haq liyudhirahu 'ala Dieni kulihi wa lau kariha
Musyrikun, . "Dialah yang telah mengutus Rasulnya dengan membawa al
Huda (Hidayah) dan Dien al Haqq (Dien Kebenaran), buat
mengunggulkannya atas Dien-Dien semuanya, walau kaum musyrikin
membencinya."

Kita juga bisa melihat bahwa agama itu sama dengan
Religi serta Dien dari istilah-istilah yang sering kita gunakan
seperti PerbanDiengan agama (bahasa Indonesia) = comparison of
religions (bahasa inggris) = muqaranatu 'l-Adyan (bahasa arab; Adyan
adalah bentuk jamak daripada Dien).

Berdasarkan pemaparan di atas,
dapatlah ditarik kesimpulan bahwa Agama adalah ekuivalen (muradif)
dengan Dien, serta yang disebut Dien bukan hanya Islam,tetapi juga
selain daripada Islam.

Orang yang berpendapat bahwa Dien itu lebih
luas daripada Agama, apabila menilik pemaparan di atas tampaknya
kurang tepat, baik ditinjau dari segi ilmiah,maupun ditilik dari segi
Dieniyah. Yang paling tepat ialah Agama (Dien) Islam itu jauh lebih
luas daripada Agama (Dien) lainnya.

Agama Thabii dan Agama Samawi
Dien atau Agama pada garis besarnya dapat dibeda-bedakan atas dua
bagian besar :

a. Agama Thabii (Agama Bumi,Agama Filsafat, Agama
Budaya, Natural Religion, Dienu't Thabii,Dienu l'-Ardhi);
b. Agama
Samawi (Agama Langit,Agama wahyu,Agama Profetis, Revealed Religion,
Dienu's-Samawi)



Islam adalah satu-satunya Agama Samawi, Agama
sepanjang zaman, Agama semua Nabi-nabi; Adam,Nuh, Ibrahim, Musa,
Zakariya, Yahya dan Isa as serta Nabi Muhammad saw. ( Qs. 2:130; 3:52;
4:163-165, 170; 5 :12, 44-47, 68-70; 10 : 84; 12: 101; 61:5,6).